<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788</id><updated>2011-12-30T15:55:40.288+07:00</updated><title type='text'>THE MISSING CHAPTER</title><subtitle type='html'>Selamat datang di blogg APNI JAYA PUTRA. Ada lembar-lembar catatan yang terserak dari perjalanan jurnalistik saya yang saya tuangkan kembali ke blogg ini. Selamat membaca!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-4512228248297802674</id><published>2010-10-01T10:38:00.002+07:00</published><updated>2010-10-01T10:43:48.375+07:00</updated><title type='text'>Poltik Batik Ibu Negara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/TKVYtotjWTI/AAAAAAAAAHo/8kY4206tDsg/s1600/Batik+Ibu+Ani-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 270px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/TKVYtotjWTI/AAAAAAAAAHo/8kY4206tDsg/s400/Batik+Ibu+Ani-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522918059085617458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Stasiun Kereta Api Gambir pagi itu lebih ramai dari biasanya. Pihak stasiun sedang menyiapkan sebuah rangkaian kereta api luar biasa. Disebut luar biasa karena penumpang kereta ini adalah Ibu Negara,  istri Wakil Presiden, sejumlah menteri, istri menteri, pengusaha dan istri pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana ruang kedatangan juga jadi lebih semarak, undangan berdatangan dan semuanya menggunakan batik. Rombongan enam gerbong ini akan berkujung ke Cirebon. Ibu Negara akan bertatap muka dengan para perajin batik dan langsung meninjau pusat kerajinan dan indsutri batik Trusmi di kecamatan Plered, Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyiapkan kereta kepresidenan memang bukan yang pertama bagi PT Kereta Api. Ini kali kedua dalam bulan ini. Sebelumnya presiden SBY juga menggunakan kereta api luar biasa saat berkunjung ke Cirebon untuk meresmikan jalan tol. Sebagai kereta kepresidenan terntu saja kereta api ini super ekspres. Tidak langsir di stasiun yang dilewati dan di semua stasiun dan perlintasan dijaga polisi dan tentara. Petugas di dalam kereta selalu berkomunikasi untuk memastikan semua stasiun yang dilewati dalam keadaan aman!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerbong dalam rangkaian kereta api ini pun dipilih gerbong yang terbaik. Khusus gerbong ibu Negara, interiornya didisain khusus sesuai dengan standar kepresidenan. Sebagai tuan rumah, Ibu Ani Yudhoyono kemudian menyapa tamunya satu persatu di seluruh rangkaian gerbong. Maklumlah tamu ibu Negara kebanyakan istri menteri dan istri bekas menteri di kabinet SBY sebelumnya. Bahkan para istri menteri di era Soeharto pun diajak serta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke Cirebon yang dengan kereta api ekspres biasanya ditempuh dalam waktu 5 jam. Dengan kereta api luar biasa ini hanya ditempuh dalam waktu 3 jam. Untuk mengisi waktu di perjalanan ibu Ani mengadakan fashion show untuk para tamunya dan yang menjadi juri adalah para wartawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 10 pagi Kereta Api sudah tiba di stasiun Cirebon dan Rombongan Ibu Negara segera menuju ke Gedung Negara Cirebon. Di Gedung Negara Cirebon ibu Negara bertatap muka dengan para pengrajin batik se Jawa Barat sekaligus menyerahkan 600 kompor gas yang didisain khusus untuk membatik. Selama ini para pengarajin menggunakan kompor minyak tanah, Menurut para ahli batik, penggunaan kompor gas akan membuat panas yang merata sehingga hasil lukisan batik pun menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini memang orang banyak mengenal kalau batik itu berasal dari Solo atau Jogjakarta. Tidak salah memang, karena batik di kawasan ini telah menjadi industri dengan skala ekonomi yang besar.  Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan setiap kabupaten di Jawa Barat memiliki kekhasan batik tersendiri. Dan yang paling terkenal memang batik Cirebon dengan motif Mega Mendung yang sangat disukai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif Mega Mendung adalah ciptaan Pangeran Cakrabuana, yang hingga kini masih kerap digunakan. Motif ini dipengaruhi oleh keraton-keraton di Cirebon. Karena pada awalnya, seni batik Cirebon hanya dikenal di kalangan keraton. Sekarang di Cirebon, batik motif mega mendung  telah banyak digunakan berbagia kalangan dari seragam batik sekolah, seragam batik para pegawai pemerintahan, guru, pns, dan berbagia kalanagan lainnya. Motif batik Cirebon juga dipengaruhi budaya pendatang, terutama Cina, Arab dan India. Karena itu batik Cirebon banyak yang bermotif bunga seperti motif patra, tabur bunga, mawar pakis dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik Indonesia oleh Unesco sudah ditetapkan sebagai warisan kemanusiaan dan budaya lisan nonbenda. Ada banyak keuntungan dengan penetapan ini. Antara lain batik menjadi semakin terkenal dan Indonesia akan mendapat bantuan teknis dari lembaga kebudayaan PBB ini untuk kepentingan konservasi batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena membawa rombongan yang berkantong tebal, Ibu negara memastikan bahwa rombongannya akan berbelanja batik di pameran batik Jawa Barat yang diadakan di samping Gedung Negara Kota Cirebon. Dan tersenyumlah para perajin siang itu ...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Desa Trusmi, Kampung Batik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penggemar batik desa Trusmi memang tidak asing lagi. Desa ini berada di kawasan Plered terletak hanya 5 kilo meter dari pusat kota Cirebon. Ada dua desa yang menjadi sentra batik yakni Trusmi Wetan dan Trusmi Kolon. Tak kurang 650 kepala keluarga menjadikan rumah-rumah mereka sebagai industri rumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah batik Trusmi sudah dimulai sejak zaman walisongo. Adalah Ki Gede Trusmi yang mendirikan desa ini, Tahun 1950, Trusmi sudah menjadi desa yang maju di Cirebon. Koperasi batik mereka sudah mendirikan gedung yang megah untuk zaman itu, Koperasi batik Budi Tresna ini didirikan oleh almarhum Haji Masina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Gedung Koperasi ini diijadikan ruang pamer bagi pengarjin batik yang tergabung dalam koperasi ini. Masnadi Masina anak Haji Masina duduk sebagai sekartaris asosiasi pengrajin batik Trusmi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik Trusmi memiliki ciri khas pada permainan warna dan gradasi warna yang ceria dan berani. Motif memang masih didominasi oleh mega mendung yang kaya warna. Tapi kini motif  mega mendung itu sudah ditambah dengan berbagai sentuhan disain yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan pesat desa batik trusmi terutama terjadi di tahun 2000 an. Ini dapat dilihat dari gerak dan ruang pamer batik yang berjejer di sepanjang jalan Desa Trusmi. Sebagian gerai dimiliki oleh warga Trusmi dan beberapa pemodal dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berjualan batik ada gerai yang mengajarkan cara dan teknik membatik. Di Batik  Katura misalnya, sejumlah anak SMK menjadikan tempat ini sebagai tempat praktik mata pelajaran muatan lokal membatik. Setiap minggu selama 4 jam mereka ke sini untuk belajar membatik, mulai dari disain, melukis, teknik pewarnaan sampai menjadi satu lembar kain batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya siswa SMK yang belajar membatik. Seorang Turis Jepang, Yasuo bahkan tinggal di desa ini beberapa tahun untuk menekuni seni batik Trusmii. &lt;br /&gt;Soundbite ibu Ani dengan turis Jepang Karenanya tak heran bila dalam kunjungannya ke Cirebon, separoh waktu dalam hari itu Ibu Ani dan rombongan menghabiskan waktu di Desa Trusmi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan Desa Trusmi juga berkembang sebagai desa wisata batik. Banyak turis lokal maupun asing yang datang ke sini untuk berbelanja atau sekadar cuci mata melihat keeksotisan batik Trusmi.  Ada banyak gerai yang dikunjungi Ibu negara, Batik Ninik Ichasan, Batik Salma adalah tempat kunjungan yang pertama.&lt;br /&gt;Sementara di Batik Katura Ibu Ani disambut anak-anak SMK II Cirebon yang sedang belajar membatik di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian perjalanan ditutup dengan mengunjugi Koperasi Batik Budi Tresna, sebagai koperasi batik tertua di Trusmi.  Tentu saja kunjungan Ibu Negara ke desa ini disambut amat antusias. Rombongan ibu negara bukan sekadar berkunjung, tapi juga berbelanja, Jika 160 orang rombongan ibu-ibu menghabiskan rata-rata 2 juta rupiah pada hari itu maka setidaknya lebih dari 300 juta rupiah omset para perajin batik yang bisa didapat dari kunjungan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan Ibu Negara, Ibu Wakil Presiden dan Ibu-ibu menteri ke Cirebon merupakan ”politik batik”! Ini adalah event yang membuat ibu-ibu pejabat ini sedikit terhindar dari hiruk pikuk politik di Jakarta. Tidak ada sambuatan demonstrasi sebagaimana sering diterima oleh Presiden dan Wakil Presiden. Ibu negara malah disambut oleh banyak spanduk yang berisi doa agar presiden dan ibu negara terhindar dari fitnah. Yang jelas darmawisata satu hari di Cirebon ini telah mengendurkan urat saraf mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul lima sore Kerata Api Luar Biasa meninggalkan Cirebon. Perjalanan satu hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Dan di dalam perjalanan pulang Ibu Ani mengumumkan pemenang peragaan busana di dalam kereta. Mereka yang mendapatkan penghargaan itu adalah: Ibu Poppi Hayono Isman, Istri Dubes Singapura untuk Indonesia Ny Gouri Mispuri dan Ny Sranya Marti Natalegawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata Ibu Negara, kunjungan ke sentra-sentra batik akan terus ia lakukan di banyak tempat di Indonesia untuk memastikan satu hal bahwa batik masih diproduksi dan dikembangkan. Dan di dalam kartu ucapan terimaksih yang dibagikan di atas kereta dalam perlanan Ibu Ani Bambang Yudhoyono  menuliskan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku Ingin melihat Batik Indonesia hidup seribu tahun lagi ....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-4512228248297802674?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/4512228248297802674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=4512228248297802674&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/4512228248297802674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/4512228248297802674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2010/10/poltik-batik-ibu-negara.html' title='Poltik Batik Ibu Negara'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/TKVYtotjWTI/AAAAAAAAAHo/8kY4206tDsg/s72-c/Batik+Ibu+Ani-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-8803707988864063062</id><published>2010-02-18T16:26:00.002+07:00</published><updated>2010-10-01T10:47:30.867+07:00</updated><title type='text'>INFOTAINMEN DI RANAH BERITA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S30IqX7XAdI/AAAAAAAAAHY/GwxZnsglfks/s1600-h/Gospot.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S30IqX7XAdI/AAAAAAAAAHY/GwxZnsglfks/s400/Gospot.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439513449003942354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jangan miss leading”. Itu pesan Hary Tanoesodibyo, Dirut RCTI, ketika pertama kali menugaskan saya menset up departemen Infotainment yang dimerger ke departemen features pada divisi news RCTI di bulan Agustus 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kasus hubungan yang kurang sedap antara wartawan infotainment dengan para selebritas pada tahun itu. Kasus percerian Niki Astria yang berakhir keributan karena mobil Niki dihalangi oleh para wartawan infotainment. Puncaknya adalah kasus Parto Patrio yang terpaksa menambakkan senjatanya di hadapan wartawan infotainment lantaran Parto kesal, wartawan mengungkit pernikahan kedua Parto dengan seorang gadis belia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak HT, demikian Hary Tanoesidibyo dipanggil di RCTI, kemudian mengumpulkan semua pemilik rumah produksi yang memasok infotainment ke RCTI. Ada Ilham Bintang, mbahnya infotainment, ada Eko Patrio, pemilik rumah produksi Ekomando, Ada William, pemilik Indigo dan juga hadir Sandika, PH yang memroduksi Kabar Kabari. Intinya ada kesepakatan pada waktu itu agar wartawan infotainment dibekali etika dalam meliput kegiatan selebritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di media massa muncul banyak sekali artikel dan talk show yang membahas bagaimana hubungan infotaiment dan selebritas. Perdebatan di media pada saat itu menyoroti satu hal yang esensial yakni apakah reporter dan kamerawan infotainment adalah wartawan. Pertanyaan ini masuk akal, karena dengan cara kerja memaksa narasumber, mencegat dan memasuki ruang privasi tanpa izin, memang tak lazim dalam etika kerja wartawan. Karena itu ada organisasi wartawan yang tidak mau memasukkan mereka sebagai wartawan dan hanya menyebutkan mereka sebagai awak atau pekerja saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya untuk kasus ini tidak sepakat dengan arus utama. Saya sepakat dengan Ilham Bintang. Mereka adalah wartawan. Mereka meliput berita, peristiwa dan hasil liputannya dimuat. Karena itu sebagai pengurus PWI, Ilham Bintang sangat gigih memperjuangkan agar seluruh wartawan infotainment masuk sebagai anggota PWI. Melalui organisasi inilah Ilham mencoba mentasbih mereka agar memiliki kitab suci dalam bekerja yakni; kode etik jurnalistik. Ilham dan saya mencoba istiqomah agar tayangan infotainment kami yakni Check&amp;Rechek dan GO SPOT setidaknya berada di jalur yang benar dalam pemberitaan selebritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akibat Persaingan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perburuan gosip dan tuntutan atas rating dari industri televisi lah yang menyebabkan rumah produksi dan wartawan infotainment berubah menjadi paparazi. Kata-kata eksklusif dan investigasi diumbar dan diobral murah dan sangat murahan demi sebuah sensasi belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa eksklusifnya apabila meliput perjalanan artis yang sedang bercerai umroh hanya karena PH itu satu-satunya yang diajak sang artis. Apa nilai investigasi-nya ketika menguntit hubungan gelap Putu Arisuta dan Reza Artamevia, hanya karena menggunakan banyak teknik investigasi, misalnya dengan kamera tersembunyi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berita apa bisa saja menggunakan ivestigatif trail, tapi dia belum tentu berita investigasi. Sebab berita investigasi bermain pada pengujian hipotesa atas berbagai banyak kekeliruan yang menyebabkan kepentingan publik terganggu,” kata David Spark dalam buku Ivestigative Reporting, A Studi in  Technique.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak ada infotainment yang menginvestigasi Al-Amin, suami pedangdut Kristina yang diduga menerima suap? Padahal bila ingin memasuki ruang investigasi, kasua Al-Amin sangat memungkinkan dilakukan. Al Amin adalah anggota DPR yang digaji rakyat. Perilakunya sudah merugikan negara. Perhatikan apakah infotainment melakukan investigasi kasus ini? Tidak! Pertama ini newsy sekali, tidak gossipy. Kedua isu Al-Amin dan Kristina kurang hot dibanding Reza dan Putu yang melibatkan anggota DPR Aji Massaid, suami Reza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelaslah bahwa ini adalah perburuan atas sensasi. Eksklusif dan Investigasi pada ranah infotainment menambah bobot sensasi itu. Dan ini sangat disukai oleh industri televisi yang mendewakan rating. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sekitar 50-an tayangan infotainment di televisi, ada ratusan orang yang bekerja di sini terutama para reporter dan kamerawan. Mereka adalah pekerja yang gigih. Mereka bisa saja nongkrong semalaman di halaman rumah narasumber atau berkemah sekalian hanya untuk mengejar statement terbaru dari sang selebritas. Bekal yang amat layak sesungguhnya apabila energi positif ini diarahkan pada liputan di luar infotainment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah posisi penonton infotainment? Penonton bagi televisi adalah angka statistik bagi televisi. Semakin sensasional dan semakin hot gosip itu maka terbayanglah sudah dulangan rating yang akan didapat. Lingkaran setan angka statistik itu gampang sekali, penonton = rating. Rating = iklan. Iklan = uang. Uang = program. Program = penonton. Begitu seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jangan tanya tanggung jawab moral televisi terhadap penonton infotainment. Ada anak Ahmad Dani dan Maia yang terseret pusaran persoalan orang tuanya. Kasus yang sama terjadi pada Tamara Blezinsky dan Rafi. Dua kasus yang oleh KPI dilarang melibatkan anak sang selebritas. Tapi lihatlah ini tontonan yang amat menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memberi Kontrol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penonton, sebagaimana industri televisinya tidak akan mau tahu terhadap proses pergulatan di lapangan. Perang kru di lapangan sudah mengarah pada persaingan yang amat tidak sehat. Ada PH yang berani membayar sang artis untuk membuat pengakuan eksklusif. Cara mana yang dalam etika jurnalistik dilarang sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi wartawan infotainment betul-betul dijebak pada situasi yang sulit. Maka Ilham Bintang yang wartawan itu hanya bisa gigit jari melihat program infotainment yang ia gawangi turun rating hanya kurang sensasional dengan produk tetangga. Delima ini juga menimpa saya. Masuknya infotainment ke dalam Divisi News RCTI adalah cara lain dari implementasi pesan Pak HT, agar kita tidak ”miss lead”. Masuknya infotainment dalam interaksi ruang redaksi RCTI juga tak bebas dari kecaman. Masih banyak ruang redaksi yang masih steril dari infotainment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba mengambil hal yang positif saja dari masuknya infotainmen pada ranah ruang berita. Pertama adalah kontrol atas perilaku wartawan akan lebih baik, terutama dari perilaku buruk menerima amplop dan melakukan pencopian tanpa courtesy atas peristiwa yang tidak didapat oleh TV peliput. Istilah di lapangan namanya ”cloning”. Buat saya cloning atas gambar adalah kejahatan. Cloning inilah yang menyebabkan mengapa informasi tayangan infotainment seragam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kontrol atas isi berita untuk tidak miss lead. Gosip memang gosip. Tapi upaya konformasi tetap harus dilakukan, sehingga paling tidak cover both sides yang dijaga betul oleh awak redaksi juga masuk pada ranah infotainment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi godaan atas sensasi dan tuntutan industri kadangkala melemahkan sikap-sikap istiqomah orang-orang yang mencoba meluruskan infotainment. Tapi inilah industri televisi, tidak ada wilayah abu-abu. Ya atau mati. Simpel sekali. Dalam kesendirian itu saya juga berpikir simpel, Infotainment memang tidak dibuat untuk memenuhi kebutuhan informasi pemirsa. Infotainment ternyata hanya memenuhi rasa ingin tahu pemirsa atas kehidupan selebritas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-8803707988864063062?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/8803707988864063062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=8803707988864063062&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/8803707988864063062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/8803707988864063062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2010/02/infotainmen-di-ranah-berita.html' title='INFOTAINMEN DI RANAH BERITA'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S30IqX7XAdI/AAAAAAAAAHY/GwxZnsglfks/s72-c/Gospot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-5963239238151962438</id><published>2010-02-02T15:05:00.003+07:00</published><updated>2010-02-02T15:14:44.862+07:00</updated><title type='text'>Patroli Harimau di Rengat, Riau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2fdoHGeAgI/AAAAAAAAAHQ/IA3CUo69p3s/s1600-h/011201bHarimau.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2fdoHGeAgI/AAAAAAAAAHQ/IA3CUo69p3s/s320/011201bHarimau.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433555156616479234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Harimau Sumatra adalah keluarga terakhir macan besar di Indonesia, menyusul punahnya jenis yang serupa di Jawa dan Bali. Karena itu, mencegah punahnya binatang langka itu, sebuah Tim Patroli Antiperburuan Harimau dibentuk di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Riau, baru-baru ini. Tugas kelompok bentukan World Wide Foundation (WWF) ini adalah memantau keberadaan harimau Sumatra di daerah tersebut. Selain itu, mereka juga harus membersihkan jerat-jerat harimau yang dipasang para pemburu. Anggota kelompok ini kebanyakan bekas para pemburu hewan buas tersebut. Di bawah ini catatan saya saat mengikuti patroli ini bersama dengan Tim WWF Indonesia:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, setelah briefing sejenak, tim patroli menelusuri jalan-jalan kecil di sekitar kawasan dengan berjalan kaki. Namun, ada juga anggota tim yang berpatroli dengan kendaraan bermotor. Mereka mempunyai tugas utama memantau tanda-tanda sekunder harimau. Misalnya, jejak, kotoran, dan cakaran harimau untuk mengetahui taksiran populasi mamalia buas itu. Biasanya, setelah mengetahui ada jejak harimau, mereka menggambar ukuran jejak di atas plastik transaparan. Sedangkan anggota lainnya menentukan di titik koordinat mana jejak binatang carnivora itu berada. Biasanya, penentuan koordinat dilakukan dengan menggunakan alat geo position satelite (GPS) untuk memastikan jejak harimau masih berada di kawasan konservasi. Hingga kini, jejak harimau terpantau di 60 lokasi di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Cara lain menentukan keberadaan kucing besar itu dengan menggunakan foto trap, yakni dengan meletakkan kamera trap di dalam hutan. Cara ini terbukti cukup efektif, dalam setahun terakhir telah dua kali harimau Sumatra terpantau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut Pimpinan Tiger WWF Yuyu Aldian, menyiapkan tim patroli adalah sebagian tugas Project Tiger WWF di Rengat, Riau. Tugas lain proyek ini adalah membangun kesadaran publik bahwa populasi harimau di Sumatra telah dalam kategori menjelang kepunahan. Itulah sebabnya, untuk melawan perburuan harimau dan praktik perdagangan binatang berkulit belang itu dilakukan dengan memagari kawasan tersebut dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat setempat. Masyarakat diajak untuk tak terlibat lagi dalam perburuan harimau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuyu menambahkan, terkadang pekerjaan memantau populasi harimau terasa sia-sia, apabila melihat laju pembukaan lahan secara ilegal di kawasan tersebut. Apalagi, pembukaan jalan-jalan koridor secara serampangan di kawasan penyangga taman nasional ini telah memudahkan akses para pemburu untuk memasuki kawasan. Namun, apabila tak waspada, kepunahannya hanya tinggal menghitung hari, seperti dialami harimau Jawa dan Bali, beberapa tahun yang silam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-5963239238151962438?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/5963239238151962438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=5963239238151962438&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/5963239238151962438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/5963239238151962438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2010/02/patroli-harimau-di-rengat-riau.html' title='Patroli Harimau di Rengat, Riau'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2fdoHGeAgI/AAAAAAAAAHQ/IA3CUo69p3s/s72-c/011201bHarimau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-829414675564772215</id><published>2010-02-01T11:47:00.002+07:00</published><updated>2010-02-01T11:55:17.107+07:00</updated><title type='text'>Indonesia di Tapal Batas (bag-1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2ZeXcrqUfI/AAAAAAAAAHI/j8d5JdNuuAw/s1600-h/SARAWAK+Para+Pendayung+dan+Official+tim+sampai+di+border+Entikong-Kuching+jam+07.00+wib.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2ZeXcrqUfI/AAAAAAAAAHI/j8d5JdNuuAw/s320/SARAWAK+Para+Pendayung+dan+Official+tim+sampai+di+border+Entikong-Kuching+jam+07.00+wib.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433133757398405618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wilayah Perbatasan RI selama ini tidak dipandang sebagai etalase sebuah Negara. Entikong, sebuah wilayah perbatasan darat RI dan Malaysia di Kalimantan adalah contoh buruknya Etalase itu. Berbagai persoalan menumpuk di sini, mulai dari penyelundupan sampai perdagangan manusia hingga masalah keamanan. Bagaimana potret wilayah perbatasan ini, berikut catatan saya dari Entikong Kalimantan Barat dan Kuching Sarawak Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entikong adalah salah satu kota kecamatan di Kalimantan Barat yang memiliki perbatasan darat dengan Malaysia. Kota kecamatan ini hanya berpenduduk 13 ribu orang dengan luas 506 kilometer persegi. Sebagai wilayah yang berbatasan dengan Kuching, Sarawak, Malaysia, Entikong sebenarnya sangat strategis. Karena itu di sini ditempatkan Pos Lintas Batas atau check point yang dapat melayani pemeriksaan imigrasi, kepabeanan dan karantina hewan dan tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebagai pos perbatasan, Entikong juga memiliki sejumlah kerawanan. Masalah yang menonjol di sini adalah perdagangan manusia dan penyelundupan berbagai komoditas baik dari Indonesia atau dari Malasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus perdagangan manusia, yang paling marak adalah penyaluran TKI ilegal atau pengiriman tenaga kerja. Pengiriman TKI ke Malaysia di wilayah ini berlangsung dari pribadi ke pribadi. Tidak ada pengawasan yang ketat di pintu perbatasan. TKI ditawar di pintu perbatasan oleh Tekong, semacam calo dari Malaysia, lalu di pintu perbatasan Tebedu, Tekong langsung menjual TKI ini kepada calo berikutnya di Kuching. Cara ini tentu saja bermasalah dari sisi perlindungan dan setiap tahun pula ada saja kasus penyiksaan, gaji yang tidak dibayar atau TKI yang kemudian dijadikan pelacur.  Konsulat RI di Kuching mencatat ada 1200 kasus TKI sepanjang tahun 2008 dengan 70 persen lebih dari mereka adalah pendatang dari luar Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerawanan lain adalah penyelundupan. Penyelundupan sebenarnya dilakukan oleh Indonesia dan Malaysia secara bersamaan. Orang Indonesia menyelundupan kayu ke Malaysia atau cukong Malaysia memerintahkan sejumlah warga Indonesia mencuri kayu di perbatasan untuk kemudian menjual kayu-kayu gelondongan itu ke Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya karena perbedaan harga yang terpaut jauh di antara Indonesia dan Malaysia, beberapa pihak memanfaatkan hal ini untuk menyelundupkan gula atau beras dari Malaysia ke Indonesia. Penyelundupan ini kebanyakan dilakukan dengan memanfaatkan para pelintas batas atau secara massif melalui mobil kontainer, jalur laut dan sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah bukan tak sadar atas masalah kerawanan ini. Untuk membuat Entikong lebih berdaulat tentu yang harus diutamakan adalah mengembangkan ekonomi Entikong sebagai wilayah etalase atau gerbang wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infrastukur jalan antara wilayah Indonesia dan Malaysia saja amat berbeda. Jika jalan rusak itu sudah pasti wilayah Indonesia. Melangkah hanya beberapa kilo dari Tebedu, kota pertama di wilayah Malaysia, jalan mulus membentang sampai ke Kota Kuching, Ibukota Serawak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses warga Entikong yang lebih mudah ke wilayah Sarawak daripada ke Pontianak ini membuat denyut ekonomi kota Tebedu dan Serian yang berada di wilayah Malaysia jauh lebih terasa ketimbang di Entikong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga Tahun terakhir pemerintah mulai mengembangkan Ekonomi wilayah perbatasan. Kini telah tersedia pasar yang memadai di Entikong yang mulai banyak menjual produk-produk Indonesia. Produk Indonesia yang dijual di Pasar Entikong kebanyakan adalah tekstil dan produk tekstil.  Sementara untuk produk makanan masih didominasi oleh produk-produk Malaysia. Untuk transaksi, pedagang masih menerima mata uang rupiah dan ringgit sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan berkomunikasi beberapa operator telepon selular di Indonesia memang sudah beroparasi tapi sinyal telepon selular Indonesia justru kurang berdaulat di wilayah kita sendiri. Sinyal telepon malaysia jauh lebih kuat di sini. Karenanya penjualan voucher pulsa operator Malaysia bukan barang langka di Entikong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga ingin menjadikan Entikong lebih berdaulat melalui pendidikan. Karena itu Pemerintah Kabupaten Sanggau, Aparat militer setempat dan organisasi Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) bekerjasama mengoperasikan motor pintar dan mobil pintar. Di Entikong akses informasi justru lebih mudah didapat dari Malaysia. Untuk mengimbangi ini mobil dan motor pintar berkeliling ke sekolah-sekolah di perbatasan untuk menyediakan bahan bacaan bagi anak-anak Indonesia, agar mereka lebih mengenal presiden Indonesia dari pada perdana menteri Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk memenuhi kebutuhan rekreasi yang edukatif Ibu-Ibu Menteri Kabinet Indonesia Bersatu juga membangun rumah pintar. Nanti di rumah pintar ini anak-anak Entikong dapat bermain sambil belajar misalnya membaca, beranang dan aktifitas outbound.Perhatian lebih dari pemerintah pusat ke wilayah perbatasan inilah yang akan menjadikan warga negara Indonesia yang tinggal di Entikong merasa berdaulat di tanah airnya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-829414675564772215?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/829414675564772215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=829414675564772215&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/829414675564772215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/829414675564772215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2010/02/indonesia-di-tapal-batas-bag-1.html' title='Indonesia di Tapal Batas (bag-1)'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2ZeXcrqUfI/AAAAAAAAAHI/j8d5JdNuuAw/s72-c/SARAWAK+Para+Pendayung+dan+Official+tim+sampai+di+border+Entikong-Kuching+jam+07.00+wib.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-5440642298216135720</id><published>2010-02-01T11:39:00.001+07:00</published><updated>2010-02-01T11:45:54.958+07:00</updated><title type='text'>Indonesia di Tapal Batas (bag-2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2ZcdIP19KI/AAAAAAAAAHA/iOFVIxE4j3M/s1600-h/Libas.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2ZcdIP19KI/AAAAAAAAAHA/iOFVIxE4j3M/s320/Libas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433131655968978082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Selain masalah ekonomi, problem perbatasan juga sarat dengan masalah keamanan dan sengketa wilayah. Untuk menjaga tingkat kesepahaman di kedua belak pihak sudah dibuat joint border commitee. Implementasi kesapakatan itu adalah pihak TNI dan Tentara Diraja Malaysia melakukan patroli bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sudah wilayah Sipadan dan Ligatan lepas ke tangan Malaysia. Kasus sengketa perbatasan ini menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Indonesia sudah tidak bisa lagi melakukan klaim wilayah atas pendekatan sejarah. Mahkamah Internasional yang memenangkan Malaysia lebih banyak memberikan pertimbangan atas dasar efektif occupation atau pendudukan yang efektif terhadap wilayah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi sengketa hukum bukan tak ada sama sekali setelah kasus Sipadan dan Ligitan. Peneliti masalah perbatasan RI dan Malaysia, Umar Affandi, mengatakan sengketa akan mungkin terjadi karena kedua belah pihak melakukan pendekatan hukum yang berbeda dalam mengurus wilayah perbatasan. Indonesia berlandaskan eks hukum Belanda, sementara pemerintah Malaysia berlandaskan eks hukum Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang wilayah perbatasan RI dan Malaysia di Pulau Kalimantan mencapai lebih dari 1100 kilometer. Untuk menjaga kedaulatan republik ini, baru dibagun 12 pos penjagaan dengan dua batalyon tentara penjaga lintas batas atau lebih dikenal dengan nama Batalyon Libas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertangahan tahun 2008 terdengar kabar bahwa, Tentara Malaysia melatih milisi untuk menjaga perbatasan mereka. Milisi Laskar Wataniah ini dikabarkan merekrut penduduk di wilayah Indonesia. Masalah ini tentu menjadi ancaman bagi kedaulatan republik Indonesia. Untuk menjaga kesepahaman antar kedua tentara penjaga perbatasan kini pihak TNI dan Tentara Diraja Malaysia sepakat melakukan patroli bersama dan penempatan pasukan di batalyon penjaga perbatasan masing-masing negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Batalyon Libas Entikong ini misalnya, tentara diraja Malaysia menempatkan satu regu patroli. Bendera Malaysia dan Indonesia pun dikibarkan bersamaan di depan markas batalyon border ini. Dalam satu sorti patroli, pasukan kedua Negara membutuhkan waktu satu bulan berjalan kaki menelusuri wilayah perbatasan, di wilayah Kalbar saja setidaknya ada 12 pos penjagaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan rutin patroli bersama ini adalah melakukan pengecekan koordinat batas-batas atau patok batas kedua Negara dengan mencocokkannya dengan data GPS. Pergeseran patok seringkali terjadi karena aktivitas penebangan liar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan lainnya tim patroli bersama adalah melakukan tindakan pencegahan terhadap kasus-kasus perdagangan manusia dan penyelundupan. Untuk hal ini, pihak TNI kemudian berkordinasi dengan pihak kepolisian kedua negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan Batalyon Libas, Letkol Inf Makmur mengakui bahwa patroli bersama ini telah meningkatkan kesepahaman yang lebih baik antara kedua negara. Sehingga banyak sekali masalah yang dapat diselesaikan pada tingkat lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan luas wilayah Patroli dan jumlah pasukan memang tidak seimbang, Kodam Tanjung Pura berencana mengembangkan batalyon penjaga hingga 4 batalyon dan tambahan 22 pos penjagaan agar rasio wilayah, pos  dan jumlah personil bisa berimbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila aspek ekonomi, sosial dam keamanan terjaga maka wilayah perbatasan kita akan menjadi menarik bagi investasi dan berkurangnya berbagai macam kegiatan ilegal.&lt;br /&gt;Kota Kuching Malaysia misalnya kini menjadi salah satu dari empat kota yang teraman di dunia. Karenanya pemerintah Kota Kuching dapat dengan leluasa mengembangkan pariwisata mereka dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke ibukota Sarawak ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-5440642298216135720?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/5440642298216135720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=5440642298216135720&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/5440642298216135720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/5440642298216135720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2010/02/indonesia-di-tapal-batas-bag-2.html' title='Indonesia di Tapal Batas (bag-2)'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2ZcdIP19KI/AAAAAAAAAHA/iOFVIxE4j3M/s72-c/Libas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-7552541076311439256</id><published>2010-01-31T19:07:00.003+07:00</published><updated>2010-01-31T19:16:32.160+07:00</updated><title type='text'>El Pueblo, dari Gunung Batu menjadi Resort Mewah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2V0RyE5S2I/AAAAAAAAAG4/rit5UPBwpO4/s1600-h/El+Pueblo-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2V0RyE5S2I/AAAAAAAAAG4/rit5UPBwpO4/s200/El+Pueblo-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432876374341274466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2V0JRDv_hI/AAAAAAAAAGw/KzRJZDbdUrA/s1600-h/El+Pueblo-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2V0JRDv_hI/AAAAAAAAAGw/KzRJZDbdUrA/s200/El+Pueblo-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432876228039147026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;“Libertad Fujomori!” , “Fujimori Innocente!” &lt;/span&gt;(Bebaskan Fujimori. Fujimori tidak bersalah). Tulisan di tembok-tembok perumahan di kawasan El Pueblo masih belum dihapus, meski Fujimori yang mantan Presiden Peru itu telah dijebloskan ke penjara karena kasus korupsi. Tapi nama Fujimori masih tetap harum pada kebanyakan penduduk miskin yang tinggal di pegunungan batu di El Pueblo, sebuah kawasan suburban tak jauh dari Kota Lima, Peru. Bagi mereka Fujomori adalah korban dari anak buahnya yang korup. Fujimori sendiri bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fujimori sendiri memang banyak mendapat dukungan dari warga El Pueblo. Di antara perkampungan kumuh di atas bukit-bukit batu dan pasir yang menjadi pemandangan khas di Amerika Latin, terdapat sebuah resort mewah. Saya berkunjung ke sini dalam rangka “tugas negara” yakni menyiapkan sebuah tempat yang nyaman buat rombongan presiden kita untuk bersantap siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami diajak berkeliling di kawasan yang sudah disulap dengan beberapa bangunan vila, padang rumput, golf, ranch, kolam renang dan wahana permainan anak-anak. El Pueblo sendiri berarti desa. Karenanya vila-vila di sini dikonsep sebagai perkampungan Spanyol. Untuk mengelingi kawasan puluhan hektar ini kita akan menaiki “kereta api” dan beberapa truk-truk tua. Beberapa vila mewah bahkan diletakkan di atas gunung dengan escalator berkabin yang dibuat khusus dan hanya bisa digunakan secara eksklusif oleh penyewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak restoran fine dining di sini. Anda bisa memilih menu ala eropa atau yang khas Amerika Latin. Di depan restoran terdapat beberapa kios yang menjual banyak kerajinan fine art. Anda bisa membeli selimut, bolero, baju hangat dari woll dari alpaca dan beberapa karya tenun suku Indian Inca. Harganya lebih mahal dari di Indian Market di Kota Lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal catatan saya terhadap El-Pueblo adalah, kehadiran resort mewah ini begitu mencolok di antara kawasan perbukitan kumuh di sini. Kedua, saya takjub bagaimana pemilik vila mewah ini menyulap bukit batu menjadi hijau dan sangat indah.&lt;br /&gt;Penasaran dengan tarif vila di resort ini? Harganya dijual mulai dari 250 USD sampai 2500 USD. Memang banyak tipe rumah dan vila dan sesuai dengan kantong Anda. Jadi jika kebetulan ada vakansi ke Lima, El Pueblo bisa masuk dalam rencana berlibur Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-7552541076311439256?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/7552541076311439256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=7552541076311439256&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/7552541076311439256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/7552541076311439256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2010/01/el-pueblo-dari-gunung-batu-menjadi.html' title='El Pueblo, dari Gunung Batu menjadi Resort Mewah'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2V0RyE5S2I/AAAAAAAAAG4/rit5UPBwpO4/s72-c/El+Pueblo-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-8856409893109439415</id><published>2010-01-31T18:14:00.003+07:00</published><updated>2010-01-31T18:17:27.273+07:00</updated><title type='text'>Memperkaya ANRI dengan “Arsip Lisan”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2Vmcgb5F_I/AAAAAAAAAGo/86jORzJdz3I/s1600-h/Anri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2Vmcgb5F_I/AAAAAAAAAGo/86jORzJdz3I/s200/Anri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432861165421664242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan Bahwa Arsip Nasional itu seperti gudang. Pengap dan berjamur. Lalu ada sejumlah sejarawan tua datang ke sana untuk mengutak-atik sejumlah arsip. Ah itu dulu. Bayangan itu telah sirna. Sebagai produser dokumenter tentu saya sangat tau akan pentingnya footage lama untuk mendeskripsikan visual sejarah pada periodesasi masa tertentu.  Ke mana harus dicari? Ke TVRI, ternyata sistem library di TV tertua ini tidak cukup bagus. Juga di beberapa televisi tempat saya bekerja, mereka tidak sadar arsip. &lt;br /&gt;Joko Utomo, seorang pejabat karir di Arsip Nasional yang kemudian memimpin jabatan puncak di lembaga negara itu cukup media literer. Artinya ia paham betul kebutuhan media akan footage. Maka kini lembaga yang dipimpin  Pak Joko jauh lebih ramah dari sisi pelayanan dan mencoba membuang image buruk tentang lembaga kearsipan. Saya kira di era Pak Joko-lah saya dengan  mudah mendapatkan footage tanpa urusan dan birokrasi yang rumit. Sistem pencarian, sistem penyimpanan yang sudah ditata dengan amat baik, sangat memudahkan kami.&lt;br /&gt;Satu terobosan lain untuk mencari jalan kebuntuan atas kelangkaan atas arsip lisan, Pak Joko mendengar pendapat sejumlah kawan media yang banyak berhubungan dengannya untuk merekam pengakuan-pengakuan para pelaku sejarah agar kebenaran tidak dimiliki oleh pembuat “buku putih” saja. Joko telah melakukan ini. &lt;br /&gt;Saya kira orang seperti Yusril, Moerdiono dan Habibie yang berada pada lingkaran Soeharto pada Mei  1998 –mumpung masih hidup—harus didengar dan diarsipkan pengakuan lisan mereka. Kita sudah banyak kecolongan soal pengakuan lisan para tokoh sejarah kita. Jenderal Jusuf yang menjadi jenderal terakhir pelaku sejarah Supersemar, bahkan pada akhir hayatnya tak sempat “merekam” pengakuannya soal surat sakti itu.  &lt;br /&gt;Habibie juga saksi hidup untuk satu keputusan “memerdekakan” Timor Timur. Ali Alatas sudah meninggal, saya tidak tahu apakah kesaksian Ali Alatas pernah direkam oleh Arsip Nasional. Tokoh lainnya yang masih hidup adalah Wiranto. Keputusan “memerdekakan” Timtim ini juga masih menjadi kontroversi hingga kini.&lt;br /&gt;Mestinya ada kondisi yang “memaksa” para pelaku sejarah itu bersaksi lisan kepada Arsip Nasional. Sehingga anak cucu kita tidak bersengketa atas fakta sejarah. Kebenaran haruslah mereka cari pada gudang-gudang arsip milik negara ini. Kini memang Arsip Nasional Republik Indonesia tidak lagi tampak  seram. Jika tak ingin melihat koleksnya kita bisa melihat deorama sejarah yang sudah dipajang sejak beberapa bulan lalu.&lt;br /&gt;Pak Joko telah mewariskan lembaga arsip yang berwibawa, dan mengantarkan seorang presiden macam SBY untuk berkunjung melihat Arsip Nasional, sebuah kesempatan yang tak pernah diraih oleh Kepala Arsip Nasional sebelumnya. &lt;br /&gt;Pak Joko, selamat memasuki purna tugas, warisan Pak Joko akan terus saya nikmati sampai kapanpun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-8856409893109439415?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/8856409893109439415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=8856409893109439415&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/8856409893109439415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/8856409893109439415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2010/01/memperkaya-anri-dengan-arsip-lisan-saya.html' title='Memperkaya ANRI dengan “Arsip Lisan”'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2Vmcgb5F_I/AAAAAAAAAGo/86jORzJdz3I/s72-c/Anri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-1192921863507121026</id><published>2010-01-30T09:34:00.005+07:00</published><updated>2010-01-30T10:34:59.952+07:00</updated><title type='text'>Jejak Bengkulu di Singapura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2OoetJchPI/AAAAAAAAAGY/XPgt2F8NWiU/s1600-h/benteng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 169px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2OoetJchPI/AAAAAAAAAGY/XPgt2F8NWiU/s200/benteng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432370821007705330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2On_aCWOQI/AAAAAAAAAGQ/7bnvj52ib6U/s1600-h/raffles+hotel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2On_aCWOQI/AAAAAAAAAGQ/7bnvj52ib6U/s200/raffles+hotel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432370283301714178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2OnWbbzTkI/AAAAAAAAAGA/8VrfFFCGV94/s1600-h/StamfordRaffles.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2OnWbbzTkI/AAAAAAAAAGA/8VrfFFCGV94/s200/StamfordRaffles.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432369579302276674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Antara Bengkulu dan Singapura sebenarnya memiliki pertautan sejarah yang amat dekat. Bengkulu adalah wilayah yang ditukarkan oleh Belanda  kepada Inggris sebagai bagian dari perjanjian London atau Traktat London yang ditandatangani di London pada 17 Maret 1824. Perjanjian ini menjelaskan, bahwa kedua negara diijinkan untuk tukar menukar wilayah pada British India, Ceylon (Sri Langka) dan Indonesia, berdasarkan kepada negara yang paling diinginkan, dengan pertimbangan masing-masing negara harus mematuhi peraturan yang ditetapkan secara lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu klausul perjanjian itu adalah: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Belanda menyerahkan pendudukannya atas Singapura kepada Inggris. Kedua, Inggris menyerahkan kantor dagangnya di Bengkulu (Fort Marlborough) dan seluruh kepemilikannya pada pulau Sumatra kepada Belanda dan tidak akan mendirikan kantor perwakilan di pulau Sumatera atau membuat perjanjian dengan penguasanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1818, Sir Stamfor Raffles telah dilantik menjadi gubernur di salah satu pelabuhan Inggris yaitu di Bengkulu. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Raffles percaya bahwa Inggris perlu mencari jalan untuk menjadi penguasa dominan di wilayah ini. Salah satu jalan ialah dengan membangun sebuah pelabuhan baru di Selat Malaka. Pelabuhan Inggris yang sudah ada seperti Pulau Pinang terlalu jauh dari Selat Melaka sedangkan Bengkulu menghadap Samudra Hindia.&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;Raffles berhasil menyakinkan East India Companies (Misi Dagang Inggris di wilayah pendudukan)  untuk mencari pelabuhan baru.  Raffles tiba di Singapura tahun 1819.&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt; Dia menjumpai sebuah perkampungan Melayu kecil di muara Sungai Singapura yang diketuai oleh seorang Temenggung Johor. Pulau itu dikelola oleh Kesultanan Johor tetapi keadaan politiknya tidak stabil. Pewaris SultanJohor, Tengku Abdul Rahman &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;dikuasai oleh Belanda dan dipengaruhi oleh para saudagar Bugis. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Raffles kemudian mengetahui bahwa Tengku Abdul Rahman menjadi sultan hanya karena kakandanya, Tengku Husein, tidak ada semasa ayahnya meninggal dunia. Menurut adat Melayu, calon sultan perlu berada di sisi sultan sekiranya ingin dilantik menjadi sultan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sadar bahwa dia boleh memanipulasi keadaan ini, Raffles telah menyokong Tengku Hussein untuk menjadi Sultan sekiranya Tengku Hussein mau membolehkan Inggris membuka pelabuhan di Singapura dan sebagai balasan Inggris akan membayar uang tahunan kepada Tengku Hussein.  Traktat London yang ditandatangani tahun 1824 memperkuat cengkraman Raffles atas pulau kecil ini dan ia lalu meninggalkan posnya di Bengkulu dan sang visioner ini  mendirikan Singapura modern. Menjadikannya sebagai pelabuhan dagang dan sebuah kota jasa yang besar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Raffles Tak mungkin menghilangkan kenangan di Bengkulu. Bersama Thomas Arnoldi ia menjalajah alam Bengkulu dan mendokomentasikan keanekaraman hayati di Bengkulu. Ia menemukan bungan raksasa yang kemudian kita kenal dengan nama Rafflesia Arnoldi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Singapura jejak Bengkulu terlihat di Bencoolen Street. Naman jalan Bengkulu ini sengaja diberikan Raffles untuk mengenang kehadirannya di Bengkulu.  Bencoolen Street adalah sebuah kawasan bisnis lama yang kini menjadi tempat wisata belanja termurah dengan hotel-hotel untuk para backpacker. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aspek ini misalnya tak banyak digali oleh pemda Bengkulu untuk mendapatkan limpahan turis dari Singapura. Raffles mendirikan sebuah hotel megah di Singapura, tapi jangan lupa, Raffles meninggalkan sebuah bangunan Benteng Inggris terbesar di Asia Tenggara di Kota Bengkulu. Peluang itu justru digarap oleh Pemprov Sumbar.  Padahal Sumatera Barat tak punya sejarah dengan Singapura. Tiger Air, penerbangan murah asal Singapura justru secara berkala terbang ke Padang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemprov Bengkulu sudah bisa menjajaki kerjasama dengan Singapore Tourism Board (STB) untuk membuat paket sejarah ini. Kerjasama dimulai dari hal yang sederhana dulu misalnya kerjasama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sister heritage city&lt;/span&gt;. Jika di Singapura ada Jalan Bengkulu, berilah satu sisi jalan dengan kantor dagangnya Raffles dengan nama Jalan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-1192921863507121026?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/1192921863507121026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=1192921863507121026&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/1192921863507121026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/1192921863507121026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2010/01/jejak-bengkulu-di-singapura.html' title='Jejak Bengkulu di Singapura'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2OoetJchPI/AAAAAAAAAGY/XPgt2F8NWiU/s72-c/benteng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-4634482352416531265</id><published>2010-01-30T08:41:00.005+07:00</published><updated>2010-01-30T13:18:19.324+07:00</updated><title type='text'>Images Of Singapore, Museum yang tak bikin bosan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2OUwfcXCkI/AAAAAAAAAF4/1bHr5NDT3_0/s1600-h/180px-Images_of_Singapore_2,_Sentosa,_Aug_06.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2OUwfcXCkI/AAAAAAAAAF4/1bHr5NDT3_0/s200/180px-Images_of_Singapore_2,_Sentosa,_Aug_06.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432349136334031426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mengunjungi suatu negara pastikanlah Anda pergi ke Museum. Tapi seringkali anak-anak tidak mau ke Museum. Mereka lebih suka ke theme park misalnya. Satu museum yang wajib dikunjungi ketika berada di resort Pulau Sentosa Singapura adalah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Images of Singapore (IOS).  &lt;/span&gt;Pengelola museum ini sadar betul dengan alam pikiran orang tua yang menggerutu betapa sulitnya anak sekarang pergi ke museum. Karena itu ketika berkunjung ke IOS suguhan pertama adalah sejarah Singapura yang dikonsep dengan permainan teater 4 dimensi. Fantastik! Anak-anak kemudian memutuskan untuk meneruskan perjalanan di IOS. Diorama dengan pencahayaan tata suara dan sentuhan multimedia memang membuat IOS sangat berbeda misalnya dengan diorama di Monas misalnya. Perjanjian "Traktak London" yang menukar wilayah Bengkulu dengan Pulau Singapura misalnya digambarkan begitu apik dengan atmosfer dan ambience pada masa itu. Perjalanan akhirnya sampai pada pembangunan Singapura modern oleh Lee Kwan Yew, Bapak Singapura.&lt;br /&gt;&lt;span id="result_box" class="long_text"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="Images of Singapore is an award-winning historical museum in that exhibits the culture and history of Singapore using mutli-media displays, multi-screen theatre presentations and lifesize tableaus depicting major events in Singapore's history." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="The Images of Singapore museum is located in Imbiah Lookout, Sentosa, Singapore near the Singapore Cable Car stop at Sentosa and the Merlion." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;Museum ini terletak di Imbiah Lookout, Sentosa, Singapura dekat Singapura Cable Car berhenti di Sentosa dan Merlion. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="The museum offers a chronological history of Singapore from its earliest days to the present." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;Menawarkan museum sejarah kronologis Singapura dari awal  hingga saat ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="There are numerous exhibitions, covering the pre-British period of Malaysian rule, British colonialism, the founding of colonial Singapore by Thomas Stamford Raffles, the Japanese occupation, and the post-colonialist era under Singapore's first Prime Minister Lee Kuan Yew ." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;Ada banyak pameran, yang meliputi Inggris pra-periode pemerintahan Malaysia, kolonialisme Inggris, pendirian kolonial Singapura oleh Thomas Stamford Raffles, pendudukan Jepang, dan era pasca-kolonialis pertama di Singapura di bawah Perdana Menteri Lee Kuan Yew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="Opened in 1983 as the Pioneers of Singapore &amp;amp; Surrender Chambers museum, the museum was extended in 1994 to include a section called Festivals of Singapore and the attraction was rechristened with its present name." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="Stories of the Sea, a new multi-sensory maritime experience was opened in 2002, but was removed from the museum within the following year when it proved unpopular with guests." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="The museum was closed in 2003 for a major upgrade and reopened in 2005 with a new, more integrated look and additional attractions, including the multi-screen special effects show Four Winds of Singapore, a tribute to the national contributions of Singapore's Chinese, Eurasian," onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;Museum sempat ditutup pada tahun 2003 untuk diupgrade dan diperbesar. Dibuka kembali pada tahun 2005 dengan konsep baru, lebih terintegrasi dan tambahan termasuk layar multi-efek khusus menunjukkan Empat Winds of Singapura, sebuah penghargaan untuk kontribusi nasional Singapura, Cina, Eurasia, &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);" title="Malay and Indian populations." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"&gt;populasi melayu an India.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan di dalam IOS tak terasa lebih dari satu jam dan anak-anak saya merasakan betul betapa nikmatnya mengunjungi museum yang dibuat lebih ngepop. Tidak ada kesan angker, buram dan kusam sebagaimana layaknya museum di Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-4634482352416531265?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/4634482352416531265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=4634482352416531265&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/4634482352416531265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/4634482352416531265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2010/01/images-of-singapore-museum-yang-tak.html' title='Images Of Singapore, Museum yang tak bikin bosan'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/S2OUwfcXCkI/AAAAAAAAAF4/1bHr5NDT3_0/s72-c/180px-Images_of_Singapore_2,_Sentosa,_Aug_06.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-1238242732782207704</id><published>2009-01-06T16:06:00.001+07:00</published><updated>2009-01-06T16:13:07.647+07:00</updated><title type='text'>Kelima: Lima adalah Kerajinan Indian Inka</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMgkRi0ajI/AAAAAAAAAFY/I7Bz-SRNu7Y/s1600-h/DSC_0257.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288106195019917874" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 213px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMgkRi0ajI/AAAAAAAAAFY/I7Bz-SRNu7Y/s320/DSC_0257.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMgkKJmy2I/AAAAAAAAAFQ/6Y5d41UbKko/s1600-h/DSC_0366.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288106193035119458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMgkKJmy2I/AAAAAAAAAFQ/6Y5d41UbKko/s320/DSC_0366.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebelum pulang mampirlah ke Indian Market dan Inca Plaza. Semuanya berdekatan. Di sini dijual sagala macam oleh-oleh khas Peru, terutama kerajinan sulam, anyaman, tenun. Karpet dari bulu hewan Lama atau Alpaca (Onta pendek khas Peru). Lukisan dan kerajinan kulit. Tempat jual souvenir tertata apik, seperti layaknya pasar seni. Harga tidak terlalu mahal, satu buah sal dari bahan woll saya dapatkan dengan harga 20 Soles saja atau setara dengan 60 ribu rupiah. Lukisan harganya berkisar 100 sampai 200 soles. Ibu Ani Yudhoyono dalam lawatannya ke Lima, Peru, mengunjungi kawasan ini untuk melihat berbagai kerajinan yang umumnya didominasi oleh motif dan kerajinan Indian Inca. Kunjungan ke beberapa tempat kerajinan ini memang menjadi studi perbandingan buat Ibu Negara, mengingat Ibu Ani punya program Indonesia Kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang beda dengan kebanyakan kerajinan di Indonesia, adalah soal disain. “Mereka memang lebih maju dan kreatif ya,” kata Mari Pangestu, Menteri Perdagangan RI yang bersama saya meninjau sebuah art geleri mewah di kawasan pantai Miraflores. Galeri yang bernama Dedalo ini seperti menjadi butik bagi perupa di Peru untuk memajang benda-benda seni. Kalau di sini harganya cukup mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pilihan untuk oleh-oleh pulang memang beragam mulai dari yang enteng seperti di Inca Plaza atau yang mahal kayak di Dedalo. Dan oleh-oleh yang harus Anda bawa pulang adalah ponco, karpet, syal, dan beberapa keramik yang terbuat dari tanah liat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi setelah melihat lima hal tentang Lima, Anda bisa memutuskan untuk ke sini. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-1238242732782207704?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/1238242732782207704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=1238242732782207704&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/1238242732782207704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/1238242732782207704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2009/01/kelima-lima-adalah-kerajinan-indian.html' title='Kelima: Lima adalah Kerajinan Indian Inka'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMgkRi0ajI/AAAAAAAAAFY/I7Bz-SRNu7Y/s72-c/DSC_0257.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-8998676515565215158</id><published>2009-01-06T15:59:00.001+07:00</published><updated>2009-01-06T16:05:36.183+07:00</updated><title type='text'>Keempat: Lima adalah "Fine Dining"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMerle1xaI/AAAAAAAAAFA/JA8gQF4R56I/s1600-h/DSC_0494.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288104121607767458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 133px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMerle1xaI/AAAAAAAAAFA/JA8gQF4R56I/s200/DSC_0494.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMesHZVUcI/AAAAAAAAAFI/hpXMyEz2nnE/s1600-h/DSC_0491.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288104130711474626" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 133px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMesHZVUcI/AAAAAAAAAFI/hpXMyEz2nnE/s200/DSC_0491.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita makan. Ada banyak restoran, tapi menu utama mereka adalah umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, singkong dan labu. Ada makanan khas yang saya dapatkan dari seorang polwan yang bisa berbahasa Inggris. ”Senor, jangan lupa mencoba chebiche,” ujarnya. Apa itu? Ini makanan terbuat dari ikan mentah yang ditaburi air lemon, ditambahkan bawang bombay dan irisan cabe dan paprika. Lalu ditambahkan ubi jalar, jagung rebus dan jagung goreng. Rasanya mirip sushi. Di restoran mewah, Cebiche sudah dikombinasi dengan udang, octopus dan cumi, semuanya mentah. Lalu ditaburi mayonaise. Supaya gurih, jagung diganti dengan kentang dan ubi goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada banyak mall seperti Jakarta. Mereka lebih suka memakai konsep Shopping Arcade. Sehingga konter-konter barang bermerk itu kita bisa dapatkan di ruko-ruko yang mirip butik. Kawasan pusat belanja yang terkenal ada Larcomar, tempat makan dan mall mewah ini ada di tebing pantai di kawasan coast Miraflores. Sehingga resto dan kafe mewah dan beberapa shoping arcade berada di tebing pantai dan menghadap samudra pacific yang indah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-8998676515565215158?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/8998676515565215158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=8998676515565215158&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/8998676515565215158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/8998676515565215158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2009/01/keempat-lima-adalah-fine-dining.html' title='Keempat: Lima adalah &quot;Fine Dining&quot;'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMerle1xaI/AAAAAAAAAFA/JA8gQF4R56I/s72-c/DSC_0494.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-780442192266244111</id><published>2009-01-06T15:53:00.003+07:00</published><updated>2009-01-06T16:25:42.717+07:00</updated><title type='text'>Ketiga: Lima adalah Peninggalan Inka</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMdOMaSGrI/AAAAAAAAAE4/zIR9ObgxUiw/s1600-h/DSC_0634.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMdOMaSGrI/AAAAAAAAAE4/zIR9ObgxUiw/s1600-h/DSC_0634.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMdOMaSGrI/AAAAAAAAAE4/zIR9ObgxUiw/s1600-h/DSC_0634.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288102517149932210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 267px; CURSOR: hand; HEIGHT: 211px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMdOMaSGrI/AAAAAAAAAE4/zIR9ObgxUiw/s320/DSC_0634.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMiQMszzxI/AAAAAAAAAFg/7iPlHMCz2qA/s1600-h/DSC_0163.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288108049145515794" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 188px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMiQMszzxI/AAAAAAAAAFg/7iPlHMCz2qA/s200/DSC_0163.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288102503322443458" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 263px; CURSOR: hand; HEIGHT: 178px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMdNY5jXsI/AAAAAAAAAEw/y-HuLjN6wA8/s320/DSC_0380.JPG" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain peninggalan Spanyol, Lima juga memiliki situs purbakala peninggalan bangsa Indian Inka. Situs yang terbesar adalah Pachacamac. Terletak 30 km di selatan kota Lima. Dapat ditempuh dengan kendaraan mobil sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Lima. Situs di Pachacamac adalah sebuah bangunan berbentuk piramid yang merupakan tempat suku indian pachacamac bersembahyang. Dibangun pada masa sebelum spanyol tiba (pre hispanic) sekitar abad ke 14 masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak bangunan arkeologi tapi yang terbesar adalah grand pyramid yang terletak di bagian paling tinggi di kawasan ini. Di atas piramid inilah kita bisa melihat 3 panorama kota Lima yakni kawasan pantainya yang panjang (costa verde), kawasan gunung batu di El-Pueblo dan pegungungan hijau di kejauhan yang merupakan rangkaian pegunungan Andes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs purbakala yang paling dekat dengan kota Lima adalah Huallamarca. Berlokasi di distrik San Isidro.Hualamarca sendiri berarti tempat perkuburan jenazah bangsa Indian Inca yang dibangun sekitar pada abad ke 7 masehi. Tapi kini Hualamarca atau Huala Pucllana tidak lagi horor dan menyeramkan. Di sini sudah berdiri museum yang menyimpan banyak benda berejarah terutama gerabah. Di beberapa bagian bangunan ini ditempatkan beberapa patung yang merupakan diorama kehidupan bangsa indian pada masa itu seperti membuat gerabah, berternak sapi, bertani dan mencari ikan.Yang menarik di ring satu situs ini dibangun sebuah restoran fine dining. Meja restoran memang diset menghadap candi bangsa indian ini. Orang lebih memilih diner di kawasan ini, untuk makam malam romantis karena redup lampu yang muncul mengitari situs ini.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-780442192266244111?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/780442192266244111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=780442192266244111&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/780442192266244111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/780442192266244111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2009/01/ketiga-lima-adalah-peninggalan-inka.html' title='Ketiga: Lima adalah Peninggalan Inka'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMdOMaSGrI/AAAAAAAAAE4/zIR9ObgxUiw/s72-c/DSC_0634.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-1477221244453760684</id><published>2009-01-06T15:49:00.002+07:00</published><updated>2009-01-06T16:29:24.757+07:00</updated><title type='text'>Kedua: Lima adalah "The Collonial City"</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMb5m96SeI/AAAAAAAAAEo/bJdS2RidndQ/s1600-h/Copy+of+DSC_0067.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288101063989807586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 266px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMb5m96SeI/AAAAAAAAAEo/bJdS2RidndQ/s400/Copy+of+DSC_0067.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Gedung-gedung peninggalan Spanyol terutama di Centro de Lima terjaga apik. Di sinilah kemegahan kolonial bisa dilihat. Ada Istana Presiden (Palacio de Gobierno) dengan taman dan alun-alun di tengahnya yang mereka sebut sebagai Plaza de Armaz. Di sampingnya ada Catedral de Lima, peninggalan bangsa Spanyol yang megah dan dibangun pada abad ke 16 Masehi. Saya sudah memotret beberapa exterior catedral ini sebelumnya, pada kunjungan saya yang kedua, bertepatan dengan hari Minggu, ternyata gereja ini dibuka. Terpukau saya melihat interior neo klasik bangunan abad ke 16 ini. Saya masuk ke ruangan-ruangan ibadah, terutama di depan patung kayu Virgin of Evangelization karya Rogou Baldoque yang diimpor langsung dari Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima boleh disebut sebagai kota ketedral, setidaknya ada lima ketedral besar di sini. Sebut saja ketedral San Fransico.Ini adalah ketedral tertua di Lima. Ketederal ini memiliki ruang bawah tanah (catacomb) untuk menyimpan kerangka sekitar 25 ribu orang, mulai dari para santo sampai jemaat gereja dan penduduk kota Lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan para Santo yang menyebar agama Katholik di Lima dan sekitarnya terpajang apik di ruang bawah tanah ini. Saya beruntung bisa masuk ke sini, karena menemani Ibu Marie Pangestu yang berziarah ke 2 ketedral tua di kota Lima. Hanya tamu negara yang diperkenankan masuk dan memotret ruang bawah tanah ini. Peziarah lainnya boleh masuk pada ruang-ruang terbatas di ruang bawah tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di kawasan ini, tepatnya di sebelah kanan istana presiden, ada bangunan antik berrwarna merah. Ini adalah katedral Santo Dominggo ( Iglesia – Convento de Santo&lt;br /&gt;Dominggo). Didirikan tahun 1553 untuk menghormati Santo Dominggo yang ikut mendirikan kota Lima. Di depan istana ada kantor pos besar. Kawasan yang disebut Plaza de Armaz ini cantik dan indah sekali. Saya merasakan aura Eropa dan Mediterania di sini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-1477221244453760684?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/1477221244453760684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=1477221244453760684&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/1477221244453760684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/1477221244453760684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2009/01/kedua-lima-adalah-collonial-city.html' title='Kedua: Lima adalah &quot;The Collonial City&quot;'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMb5m96SeI/AAAAAAAAAEo/bJdS2RidndQ/s72-c/Copy+of+DSC_0067.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-2807090833001273884</id><published>2009-01-06T15:45:00.002+07:00</published><updated>2009-01-06T15:49:24.114+07:00</updated><title type='text'>Pertama: Ruang Publik yang Tertata dan Menawan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMbBgVqSGI/AAAAAAAAAEg/3n9u8iDsD1U/s1600-h/Copy+of+DSC_0054.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288100100137699426" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 266px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMbBgVqSGI/AAAAAAAAAEg/3n9u8iDsD1U/s400/Copy+of+DSC_0054.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kota Lima berada di pantai tengah negara Peru. Dibangun di atas perbukitan di 300 meter di atas permukaan laut. Kota ini menjadi eksotik karena habitat manusia berada di pegunungan, pantai dan lembah yang berada sekaligus dalam satu kewilayahan Departemento de Lima. Kota Lima didirikan pada tahun 1553 oleh penakluk Fransisco Pizarro dari Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Lima didisain seperti blok dan amat rapi. Ini sepertinya melanjutkan apa yang dibuat oleh bangsa Spanyol ketika mendisain Centro de Lima. Kawasan kota tua ini lanscape-nya dibuat dengan model blok dengan banyak ruang publik dan taman-taman terbuka yang mereka sebut sebagai plaza. Ada plaza Saint Martin dan Plaza de Armaz.&lt;br /&gt;Sehingga kawasan San Isidro, San Borja dan Miraflores dikonsep sama tapi dengan bangunan yang lebih kontemporer. Saya memberi nilau plus pada banyaknya taman di setiap sudut kota yang dijadikan ruang publik. Ini yang kita rindukan di Jakarta.&lt;br /&gt;Sebagian penduduk Lima memang tinggal di pinggiran kota, mendiami bukit pasir dan batu yang memang mengitari kota Lima. Mereka sebagian besar adalah dari suku Indian yang bermigrasi ke kota Lima. Rumah mereka kotak-kotak seperti di Timur Tengah. Kumuh dan berdebu, maklum, Lima jarang sekali hujan. Seperti di Jakarta, masyarakat pinggiran pergi ke kawasan El Peublo, Lima, kawasan pinggiran Lima untuk bekerja sebagai buruh. Ada pabrik garam kimia yang didulang dari gurun pasir di sekitar Lima. Garam ini biasanya digunakan untuk campuran pembuat semen&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-2807090833001273884?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/2807090833001273884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=2807090833001273884&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/2807090833001273884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/2807090833001273884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2009/01/pertama-ruang-publik-yang-tertata-dan.html' title='Pertama: Ruang Publik yang Tertata dan Menawan'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMbBgVqSGI/AAAAAAAAAEg/3n9u8iDsD1U/s72-c/Copy+of+DSC_0054.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-2490113346071211272</id><published>2009-01-06T15:40:00.001+07:00</published><updated>2009-01-06T15:45:07.849+07:00</updated><title type='text'>Pengantar: Lima Hal di Lima</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMZ_MkLnLI/AAAAAAAAAEY/1cjQ73bnD4c/s1600-h/DSC_0061.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288098960958528690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMZ_MkLnLI/AAAAAAAAAEY/1cjQ73bnD4c/s320/DSC_0061.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebelum pergi ke Lima, Peru saya coba browsing travel guide di Lonely Planet, Globe Tracker, Natgeo dan lain-lain untuk mendapatkan travel advisory. Semuanya menyarankan agar berhati-hatilah karena on street crime di sini tinggi sekali. Begitu mendarat di bandara J Chaves dengan menumpang KLM dari Amsterdam, saya disambut udara sejuk di bulan November. Taksiran saya sekitar 17 derajat celcius. Saya disambut ramah oleh petugas imigrasi dan custom, terutama wooow oleh Peruvian Girls-nya. Mereka cantik karena berdarah campuran, Spanyol, Indian, Jepang dan China yang memang menjadi suku mayoritas di Peru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sepanjang jalan menuju hotel saya di kawasan San Isidro, saya agak terheran juga melihat pagar hotel diikat kawat berduri dengan aliran listrik. Lalu mini market di depan hotel saya, untuk ruang kasir-nya diteralis. Saya tanyakan kepada Miguel, sopir yang membawa saya. Dia bilang bahwa pernah kejahatan sangat merajalela di sini. Mereka bisa mengambil barang di dalam mobil yang parkir dengan merusak kaca secara amat rapi. ”Tapi sekarang keamanan jauh lebih baik,” ujar Miguel meyakinkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Lima, tidak ada taksi berargo. Bahkan ada taksi yang disii beramai-ramai. Di sini naik taksi harus tawar-tawaran. Keahlian lainnya dari sopir taksi adalah menipu. Miguel bercerita, sopir taksi biasa cepat sekali mengganti uang yang kita bayar dengan uang palsu, sehingga ia memaksa kita membayar dengan ongkos baru, tentunya dengan uang pengganti, sementara uang yang sebenarnya asli tadi, ia ambil dengan bilang ”ini buat saya ya, kan palsu. Kalau tidak saya lapor Anda ke polisi karena membawa uang palsu”. Serem kan begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada transportasi massal yang memadai. Masih mending Jakarta, masih ada bus way dan KRL Jabodetabek. Di sini angkutan kota masih menggunakan bus Ford dan Dodge yang panjang dan beberapa kendaraan seperti angkot kalau di kita. Juga ada semacam bajaj yang dimodifikasi dari motor. Sehingga jalanan macet pada jam kerja. Sedikit sekali ada kendaraan roda dua. Polisi pengawal saja hanya menggunakan Honda Tiger 2000, yang kalau di Jakarta dipakai biker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan membayangkan gedung bertingkat mencakar langit Lima. Gedungnya biasa-biasa saja. Di pusat bisnis San Isidro atau Centro de Lima ada 2 hotel international chain yang beroperasi yakni Melia dan Sheraton. Hotel Seharaton setinggi 35 lantai di depan Plaza de Justicio adalah bangunan bertingkat pertama di Peru. Selebihnya JW Mariot dan beberapa jaringan hotel local beroperasi di kawasan wisata Mira Flores. Orang-orang kaya di Kota Lima memilih tinggal di kawasan San Isidro dan San Borja. Kawasan mewah ini terkonsep baik dan modern. Karena itu kawasan ini juga menjadi kawasan diplomatik dan kantor kementrian pemerintah Peru.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-2490113346071211272?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/2490113346071211272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=2490113346071211272&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/2490113346071211272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/2490113346071211272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2009/01/pengantar-lima-hal-di-lima.html' title='Pengantar: Lima Hal di Lima'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SWMZ_MkLnLI/AAAAAAAAAEY/1cjQ73bnD4c/s72-c/DSC_0061.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-7491290044352496121</id><published>2008-04-27T11:32:00.007+07:00</published><updated>2008-04-27T21:23:18.319+07:00</updated><title type='text'>Malacca dan Bengkulu</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQIhrsEjlI/AAAAAAAAACk/BWEJZSNmhfc/s1600-h/CIMG3213.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193785645021302354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQIhrsEjlI/AAAAAAAAACk/BWEJZSNmhfc/s320/CIMG3213.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SBSJLrsEjmI/AAAAAAAAACs/aZAOIiujcq0/s1600-h/CIMG3193.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193927104064163426" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SBSJLrsEjmI/AAAAAAAAACs/aZAOIiujcq0/s200/CIMG3193.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Malacca&lt;/strong&gt; atau Melaka kata orang Malaysia adalah kota yang betul-betul saya ingin kunjungi. Sebab sejarah penjajahan kolonial di kawasan semenanjung Malaysia dan sebagian Indonesia bermula di sini. Pada abad ke 16 Portugis bercokol di sini, lalu berlanjut Spanyol, Belanda dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Brosur yang saya punya kota ini amat eksotik. Saya ingin membuktikannya. Dua jam dari Kuala Lumpur, saya menempuh jalan darat via tol yang panjang. Begitu memasuki kota ini ada warna dominan terakota, atau warna bata. Warna ini khas menandai bangunan eks Belanda. Lalu ada bangunan yang berwarna putih, nah ini bekas bangunan Portugis. Di kiri kanan jalan ada juga bangunan India, Pecinan dan Melayu yang bersusun rapi dan hebatnya, masih bertahan sangat apik hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini barangkali cara pemerintah Malaysia menjadikan Melaka sebagai kota sejarah mereka. Penataan bangunan tua yang dalam satu komplek dengan pedestrian yang lebar sangat memuaskan pejalan kaki untuk mengelilingi bandar tua ini. Ada 5 bangunan utama yang kini semuanya jadi museum. Bangunan itu antara lain eks benteng portugis dan eks gereja belanda. Kita cukup membayar 10 ringgit untuk mendapat tiket terusan untuk mengunjungi museum ini.&lt;br /&gt;Ketika mengelilingi kawasan bangunan tua ini teringat saya dengan kampung halaman saya, Bengkulu. Kota ini juga dibangun oleh kolonial. Ada benteng terbesar di Indonesia, Fourt Marlborough. Yang membangun adalah East India Company (EIC). Di depan benteng ada jalan memanjang, di sebelah kanan adalah bangunan milik saudagar Eropa dan sebelah kiri adalah saudagar Cina. Tata ruangnya mirip sekali Melaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di mana bedanya. Banyak sih. Bengkulu sama sekali tidak menjadikan kawasan benteng ini sabagai flag ship pariwisata mereka. Benteng tua ini menjadi museum tua tak terawat. Lalu bangunan gedung pengadilan dan perumahan saudagar dibiarkan hancur dimakan usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu sekitar awal 90-an ada organisasi yang bernama The Bengkulu Connection. Tokoh yang saya ingat adalah Norman Campbell dan George G Benton. Nama terakhir adalah top eksekutif di grup Lippo dan arsitek handal andalan keluarga konglomerat Mochtar Riady. Tapi tampaknya upaya NGO milik warga Skotlandia yang ada di Jakarta untuk merestorasi Benteng dan Kota Bengkulu tua terkendala will pemda dan urusan orang-orang dari direktorat purbakala. Mimpi Norman dan George G Benton waktu ini memang ingin menjadikan kawasan ini layaknya Melaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengajak para petinggi Bengkulu untuk ke Melaka. Bukan melancong atau studi banding kayak pejabat kebanyakan, tapi betul-betul mempelajari dua hal dari Melaka, aspek komersialnya dapat, karena ini kawasan pelancongan utama di Malaysia tapi dari aspek konservasi juga dapat. Melaka menunjukkan bahwa aspek konservasi dan bisnis bisa bertemu kok. Di sini selalu dibenturkan. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-7491290044352496121?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/7491290044352496121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=7491290044352496121&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/7491290044352496121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/7491290044352496121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2008/04/malacca-dan-bengkulu.html' title='Malacca dan Bengkulu'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQIhrsEjlI/AAAAAAAAACk/BWEJZSNmhfc/s72-c/CIMG3213.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-8629812724946384071</id><published>2008-04-27T11:31:00.003+07:00</published><updated>2008-04-27T22:27:04.236+07:00</updated><title type='text'>Aceh Baru! Hanya Mimpi?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SBSYiLsEjnI/AAAAAAAAAC0/NjzZ_Z5qwug/s1600-h/CIMG3407.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193943983285636722" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SBSYiLsEjnI/AAAAAAAAAC0/NjzZ_Z5qwug/s200/CIMG3407.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya ke Aceh lagi, tiga tahun pasca tsunami. Melihat kehancuran masif negeri ini, saya berpikir ini merupakan momentum penataan ulang tata ruang Aceh Baru. Tapi lihatlah, Loknga, Lam Guron, Ulee Le, Lam Puuk. Nama-nama yang saya sebutkan adalah kawasan terparah di Banda Aceh yang terkena tsunami. Di dalam pesawat, saya bermimpi bahwa tiga tahun pasca tsunami, pastilah kawasan ini sudah ditata sedemikian rupa, dengan landscaping baru, teratur dan tentu saja indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Wooow, luar biasa. Ketika melihat Lam Guron di Aceh Besar. Perkampungan di bibir pantai ini dibangun sebagaimana aslinya, sama seperti sebelum tsunami. Yang baru hanya perumahan bantuan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias (BRR). Tapi lihatlah ada rumah yang beranda depannya menghadap pantat rumah orang. Ada yang dibangun di tengah genangan air. Atau ada juga gang senggol yang meliuk-liuk di antara rumah bantuan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Alamak, di Ule Le, Lam Puuk dan Lok Nga, ternyata sama saja. Ada apa gerangan rupanya. Saya mencari tahu dari Asnawi, Tokoh Pendidik di Aceh. "Bukan salah BRR pak," kata Asnawi. BRR sudah punya master plan bagus untuk penataan kawasan pantai ini. Tapi ahli waris atau korban ngotot agar rumah bantuan itu tetap di bangun di atas tanah mereka. Jadi kalau rumah itu sebelum tsunami menghadap pantat rumah tetangga, begitu pula setelah tsunami, harus seperti sediakala. Jadi, janganlah muluk-muluk berpikir ada Aceh Baru di sana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Perawatan Kurang&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada banyak sekolah dan pesantren (Dayah, kata orang Aceh) dibangun. Masalah terbesar mereka adalah merawat bangunan dan fasilitas penunjang. Kotor dan tidak terawat. Masalah besar soal penataan kota juga berimbas di tingkat paling lokal misalnya pesantren. Ada banyak pesantren dikonsep dengan site plan yang bagus. Tapi karena pembangunan unit gedung datang secara sporadis maka beberapa sekolah dan pesantren bernasib sama dengan penataan kota di pinggir pantai itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Secara fisik kita sudah lihat. Lalu bagaimana dengan suasana batiniah. Adakah yang berubah. Setidaknya mereka sudah mulau melupakan trauma bencana dan dera konflik kepanjangan. Tapi pasca tsunami ada tsunami bantuan. Ini pula yang kemudia membuat sebagian korban lebih suka menerima. "Bantuan ini nggak membuat kami kenyang, juga nggak bikin lapar," kata Darwin, penduduk Lam Guron.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Asnawi bersama mahasiswa-nya pernah melakukan pemberdayaan ekonomi korban tsunami. Lalu diajaklah mereka menanam cabe. Awalnya Asnawi mengajak para mahasiswanya membantu menggarap kebun cabe. Caba panen dan mereka ikut menanam. Begitu selesai panen dan Asnawi minta mereka kembali menanam tanpa didampingi mahasiwa, tak banyak yang tertarik. Saya menyaksikan sekitar satu setengah hektar kebun cabe binaan Asnawi kini dimakan usia, tidak ada yang coba meremajakannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Asnawi hanya berkomentar singkat: "Bagaimana lah nasib orang Aceh setelah 2009?" Tahun 2009 masa kerja BRR berakhir. Dan berakhir pulalah tugas pemerintah untuk "membesarkan" orang Aceh. Saatnya mereka disapih dan mandiri. Kalau melihat realita sekarang, semoga saya hanya bermimpi buruk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-8629812724946384071?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/8629812724946384071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=8629812724946384071&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/8629812724946384071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/8629812724946384071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2008/04/aceh-baru-hanya-mimpi.html' title='Aceh Baru! Hanya Mimpi?'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/SBSYiLsEjnI/AAAAAAAAAC0/NjzZ_Z5qwug/s72-c/CIMG3407.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-5189044020341772046</id><published>2007-08-22T16:32:00.000+07:00</published><updated>2007-08-22T16:36:56.328+07:00</updated><title type='text'>Rusia dan Pasar Komoditas Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RswDXaaQeVI/AAAAAAAAACQ/zo-Ber5UUXM/s1600-h/Bhalsoi-2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101456178665257298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RswDXaaQeVI/AAAAAAAAACQ/zo-Ber5UUXM/s200/Bhalsoi-2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Rusia sebenarnya pasar potensial bagi produk-produk Indonesia. Ini karena lebih dari 60 persen produk consumer good dan produk manufaktur di negara ini masih harus diimpor. Demikian hasil pengamatan Reporter Apni Jaya Putra saat mengunjungi Rusia bersama rombongan pengusaha, baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebagai negara kapitalis, Rusia sebenarnya baru lahir pada 1991. Sebelumnya selama 70 tahun lebih pasar mereka dikontrol ketat oleh negara. Sejak 1991 itulah Rusia mendatangkan produk-produk konsumsi dari luar negeri. Saat ini misalnya, produk luar negeri menguasai 60 persen pasar consumer good dan produk manufaktur lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi neraca perdagangan Indonesia-Rusia berdasarkan data 2002 sebenarnya surplus. Tapi itu lebih diakibatkan minimnya produk Rusia yang masuk ke Indonesia. Kendati surplus Indonesia hanya bermain pada angka 0,3 persen dari keseluruhan neraca ekspor produk dunia ke Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia masih bisa menggenjot lagi beberapa ekspor komoditas penting misalnya tekstil dan produk tekstil (TPT). Potensi TPT di Rusia mencapai US$ 1,6 miliar. Sementara Indonesia kebagian US$ 3 juta saja. Bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, volume ekspor produk Indonesia relatif lebih bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Atase Perdagangan dan Industri Kedutaan Besar Indonesia Radu Sembiring, pasar Rusia sangat unik karena mereka membuat aturan yang ketat terhadap semua produk yang akan masuk ke ke negaranya. Ketenaran dan merek bukan hal yang menjamin produk bisa menembus pasar Rusia. Ini karena Negeri Beruang Merah mewajibkan certifacate of conformity atau semacam sertifikat mandat agar produk dapat dipromosikan dan dijual di Rusia. Bahkan sebelum mendapatkan sertifikat mandat masih ada lagi sejumlah sertifikat penyerta lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola lain yang mendukung produk Indonesia masuk Rusia adalah imbal dagang. Pembelian Sukhoi dan helikopter misalnya dapat membuka peluang terhadap masuknya 30 komoditas Indonesia ke pasar Rusia. Karena dalam imbal dagang pihak Rusia-lah yang menentukan produk yang mereka butuhkan senilai harga pesawat dan peralatan tempur yang dibutuhkan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola imbal dagang bukan hal yang baru bagi Rusia. Untuk memenuhi 30 persen kebutuhan barang konsumen dalan negeri mereka Rusia menyediakannya dengan imbal dagang. Bahkan imbal dagang ini menjadi motor penggerak ekonomi ketika Rusia masih menjadi bagian dari Uni Soviet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik Widjanarko Puspoyo, pihaknya telah mengantisipasi meningkatnya volume perdagangan baik melalui imbal dagang atau perdagangan normal. Karena itu unit bisnis sudah dibentuk buat melayani perjanjian imbal dagang Rusia-Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak pengusaha Indonesia berharap pola imbal dagang yang sudah dimulai Bulog dapat menjadi payung yang membuka peluang bagi masuknya produk Indonesia ke pasar Rusia yang terkenal kaku. Berdagang dengan Rusia, apapun polanya hendaknya bisa berjalan selaras. Tapi yang jelas pola imbal dagang akan membuat pasar Rusia dipaksa mengenal produk Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-5189044020341772046?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/5189044020341772046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=5189044020341772046&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/5189044020341772046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/5189044020341772046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2007/08/rusia-dan-pasar-komoditas-indonesia.html' title='Rusia dan Pasar Komoditas Indonesia'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RswDXaaQeVI/AAAAAAAAACQ/zo-Ber5UUXM/s72-c/Bhalsoi-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-8852493923365138568</id><published>2007-08-22T14:04:00.000+07:00</published><updated>2007-08-22T14:09:01.501+07:00</updated><title type='text'>Sukhoi dan Presiden Megawati</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsvgqKaQeTI/AAAAAAAAACI/GkChrknmBo4/s1600-h/061003aSukhoi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101418017880832306" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsvgqKaQeTI/AAAAAAAAACI/GkChrknmBo4/s200/061003aSukhoi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;&lt;strong&gt;Ketua Departemen Pesawat Tempur Rosoboronekspor--otoritas pemerintah Rusia yang menangani penjualan senjata militer ke luar negeri--Alexander A. Mikheev menjelaskan, proses pembelian empat pesawat Sukhoi dan dua helikopter MI-35 adalah hasil perundingan dengan Presiden Megawati Sukarnoputri dalam kunjungan April silam. Kesepakatan antarkedua pemerintah itulah yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai pembicaraan dan konsultasi yang rutin diadakan, baik di Jakarta maupun Moskow. "Yang dibahas antara lain soal teknis dan pemasaran," beber Mikheev kepada Apni Jaya Putra dari Moskow, Rusia, baru-baru ini&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Diakui Mikheev, proses jual beli Sukhoi memang terbilang singkat. Menurut dia, hal itu dilakukan sesuai permintaan Indonesia. "Kami [Rusia] bekerja keras untuk memenuhi permintaan itu, sampai-sampai karyawan kami bekerja 24 jam sehari mempersiapkan penjualan ini," beber Mikheev. Namun pejabat ini menolak berkomentar saat ditanyai soal harga Sukhoi kepada Indonesia yang dikabarkan lebih murah dibanding penjualan serupa kepada Malaysia dan Vietnam. "Terus terang, saya tidak bisa berkomentar. Tapi harga standar-lah," ungkap dia tanpa menjelaskan alasannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yang pasti, lanjut Mikheev, kerja sama imbal dagang ini terealisasi atas dasar saling menguntungkan. Sistem pembayaran yang diberikan Indonesia adalah sebagian tunai dan lainnya dengan komoditas ekspor. Periode pembayaran yang juga dilakukan dalam jangka waktu lama ini dipastikan tak merugikan Rusia. Pemerintah Rusia sudah mengirimkan pesawat-pesawat Sukhoi pesanan Indonesia. Dan saat ini mereka tengah mempersiapkan segala dokumen terkait rencana pengiriman dua helikopter MI-35, pada September nanti. "Kami ingin semua rencana dilakukan tepat waktu," harap Mikheev&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-8852493923365138568?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/8852493923365138568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=8852493923365138568&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/8852493923365138568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/8852493923365138568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2007/08/sukhoi-dan-presiden-megawati.html' title='Sukhoi dan Presiden Megawati'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsvgqKaQeTI/AAAAAAAAACI/GkChrknmBo4/s72-c/061003aSukhoi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-7915731196442950966</id><published>2007-08-22T13:56:00.000+07:00</published><updated>2007-08-22T14:01:58.299+07:00</updated><title type='text'>Melihat Sukhoi Indonesia di MAKS Air Show</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsvfC6aQeSI/AAAAAAAAACA/FwKJ-eN1yDA/s1600-h/MOSCOW-3.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101416244059339042" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsvfC6aQeSI/AAAAAAAAACA/FwKJ-eN1yDA/s200/MOSCOW-3.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Program belajar enam penerbang yang dipersiapkan untuk menunggangi pesawat Sukhoi buatan Rusia akan berakhir pekan depan. Sekarang masing-masing penerbang dari TNI Angkatan Udara itu tinggal menyelesaikan satu sorti penerbangan dengan pesawat Su-27 dan Su-30. Sedangkan latihan lainnya, mulai dari air combat, akrobatik malam, dan serangan badai sudah mereka lalui. Demikian laporan  &lt;strong&gt;Apni Jaya Putra&lt;/strong&gt; dari Pameran Dirgantara MAKS Air Show di Zhukovsky, Moskow, Rusia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Enam pilot TNI AU ini adalah bagian dari 32 penerbang dan teknisi Indonesia yang dikirim ke Rusia. Mereka memang dipersiapkan untuk menguasai Sukhoi dan helikopter tempur MI-35 yang dibeli Indonesia dengan sistem imbal dagang senilai US$ 193 juta. Mereka sudah sebulan ini mempelajari seluk beluk pesawat dan helikopter tempur itu. Komandan Penerbang Sukhoi TNI AU Mayor PNB Arif Mustofa menegaskan, kalau semuanya lancar hingga awal September 2003, ke-32 penerbang dan teknisi tadi sudah tiba di Tanah Air. Dia mengatakan, kemungkinan besar Indonesia akan menambah jumlah MI-35 menjadi satu skuadron. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Penambahan menjadi penting karena selama ini Indonesia cuma punya heli pengangkut pasukan yang dipersenjatai. Namun mengenai penambahan jet tempur sejenis, Arif tak berkomentar. Saat hampir bersamaan, Komandan Pusat Penerbangan TNI AD Brigadir Jenderal Arifin mengatakan, kini pihak Rusia sedang berusaha menepati tenggat pengiriman dan pelatihan awak Su dan MI. Ini penting, karena sudah tertuang dalam draf perjanjian imbal beli. Sejauh ini Rusia baru mengirim dua dari empat pesanan Indonesia. Sedangkan pengiriman dua Sukhoi lainnya dijadwalkan tiba hari ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-7915731196442950966?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/7915731196442950966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=7915731196442950966&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/7915731196442950966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/7915731196442950966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2007/08/melihat-sukhoi-indonesia-di-maks-air.html' title='Melihat Sukhoi Indonesia di MAKS Air Show'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsvfC6aQeSI/AAAAAAAAACA/FwKJ-eN1yDA/s72-c/MOSCOW-3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-6283231447539665994</id><published>2007-08-22T13:49:00.000+07:00</published><updated>2007-08-22T13:52:00.592+07:00</updated><title type='text'>Sekolah Indonesia di Moskow</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/Rsvc6qaQeRI/AAAAAAAAAB4/XD8EdPCXvpk/s1600-h/150903aSekolah_Moskow.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101413903302162706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/Rsvc6qaQeRI/AAAAAAAAAB4/XD8EdPCXvpk/s200/150903aSekolah_Moskow.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sekolah Indonesia di Kedutaan Besar RI Moskow, Rusia--dulu Uni Soviet-- adalah salah satu sekolah Indonesia tertua di luar negeri. Di masa awal `60-an ketika hubungan Indonesia-Uni Soviet mesra, banyak anak Indonesia disekolahkan di lembaga ini. Mereka adalah putra-putri diplomat, staf kedutaan, pengusaha, pelajar, dan orang-orang yang bekerja di Negeri Beruang Merah. Kini, puluhan tahun telah berlalu. Sekolah yang dibagi atas tingkat taman kanak-kanak sampai sekolah menengah umum itu tak banyak berubah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bangunan sekolah di belakang Wisma Duta KBRI Moskow ini masih seperti dulu. Perubahan cuma pada jumlah siswa dan guru yang kian berkurang. Hal itu membuat Kepala Sekolah Sumaryono mengubah sistem pengajaran menjadi private. "Saking sedikitnya, satu kelas muridnya ada yang cuma satu orang," jelas Sumaryono. Para pengajar umumnya didatangkan langsung dari Departemen Pendidikan Nasional Tanah Air seperti pelajaran kimia, fisika, dan mengukir. Mereka umumnya ditugaskan sampai empat tahun. Ada pula pelajar Indonesia yang mendedikasikan diri sebagai guru magang. Cuma beberapa mata pelajaran yang gurunya diambil dari Rusia, seperti Bahasa Inggris. "Sistem mengajar private memudahkan murid belajar," ungkap Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah Indonesia Moskow Bhakti Wiatma. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Soal kualitas sekolah tak usah diragukan. Semua pelajaran didukung dengan peralatan laboratorium lengkap nan canggih. Pengelola sekolah mengharapkan para siswanya berpengetahuan global namun tak melupakan nilai budaya bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-6283231447539665994?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/6283231447539665994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=6283231447539665994&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/6283231447539665994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/6283231447539665994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2007/08/sekolah-indonesia-di-moskow.html' title='Sekolah Indonesia di Moskow'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/Rsvc6qaQeRI/AAAAAAAAAB4/XD8EdPCXvpk/s72-c/150903aSekolah_Moskow.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-5862205204311762075</id><published>2007-08-21T13:30:00.000+07:00</published><updated>2007-08-21T14:47:36.007+07:00</updated><title type='text'>Dua Jempol untuk Ibu SBY</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsqRRqaQePI/AAAAAAAAABo/BfWoLCKZfYY/s1600-h/_ABR5001.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101049260578732274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsqRRqaQePI/AAAAAAAAABo/BfWoLCKZfYY/s320/_ABR5001.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Bermula dari perbincangan saya dengan Ibu Hj Ani Bambang Yudhoyono di Hotel Westin Bali. Ia terkesan sekali dengan presentasi Al Gore soal Global Warming. Kebetulan Ibu Negara mau berpidato soal bagaimana usaha memberantas buta aksara di Indonesia di Forum Regional Asia Pasifik UNESCO di Beijing. "Bisa nggak Tim RCTI membuat screen presentasi yang menggambarkan upaya kita memberantas buta huruf se impresif Al Gore menjelaskan soal pemanasan global itu." Kira-kira begitulah tantangan Ibu Negara kepada saya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;AKHIRNYA dimulailah rapat-rapat teknis di Istana. Pak Arief Rahman Hakim, Ketua Komnas Unesco di Indonesia membuatkan naskah Ibu. Saya dan tim lalu merekam suara Ibu Ani, agar gambarnya bisa presisi dengan pidato. Jumat seminggu kemudian saya dipanggil ke Istana. Ibu mau melihat hasilnya. Saat presentasi itu tiba-tiba datanglah presiden SBY ke ruang rapat. "Saya ada waktu 10 menit nih, boleh lihat videonya," kata SBY kepada saya. Setelah Pak SBY melihat lalu dia berkomentar singkat "Saya ingin Indonesia itu ditampilkan sebagai negara yang maju, kalau dengan video ini, negara kita kita kayak Rwanda." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Memang pada video itu Editor saya Wenang Pitoyo banyak menampilkan pendidikan di Papua dan Nusa Tenggara. Menggenaskan. "Kita kan banyak sekolah yang juga baik." Akhirnya kita edit lagi dan saya coba terjemahkan apa maunya Pak SBY.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seminggu kemudian saya datang lagi ke Istana dengan video presentasi yang sudah kita edit. Sekaligus rekaman lagi untuk pengambilan suara Ibu SBY. Kita pulang, rupanya Pak SBY dan Ibu nonton lagi video itu. Ibu Yuli, sekertaris Ibu lantas menelpon saya dengan beberapa catatan dari Pak SBY. Wenang dan Swasta di bagian grafis bekerja keras mengedit video presentasi 8 menit itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tanggal 25 Juli 2007 saya, Wayan dan Akmal berangkat ke Beijing bersama tim Advance Istana. Wayan membawa peralatan berupa switcher dan aptop playback untuk peralatan presentasi Ibu Negara. Ibu SBY datang tanggal 31 Juli dan seharian penuh di Wisma Negara China, Ibu SBY berlatih dengan saya, terutama agar pidato dan secreen bisa presisi. Yang memudahkan saya, Ibu Ani mau diatur oleh tim kami. Diminta mengulang pun Ibu Ani mau.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Malam hari Ibu Ani rileks, ia dan rombongan nonton Akrobat Beijing. Akmal saya kirim untuk meliput aktifitas Ibu Negara. Saya dan Wayan melakukan gladi bersih di gedung konferensi. Pagi hari tanggal 1 Agustus adalah Hari H. Ibu SBY tampak cantik dan berwibawa. Ia satu podium dengan Ibu Negara Mongolia, Dirjen Unesco, Menteri Pendidikan China dan Gubernur Central Of China.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tiba giliran pidato Ibu Ani. Saya yang berada di belakang layar terasa tegang tapi berusaha rileks. Takut gagal. Soalnya di tengah pidato Ibu Ani ia akan memperdengarkan jingle mobil pintar yang arransemennya dibuat oleh Tim RCTI. Dan ketika ibu bilang "Listen to the jingle", dan Wayan langsung menge-roll video jingle tersebut Suara jingle 30 detik itu membahana di ruang konferensi dan cukup mengagetkan peserta karena ada kejutan di tengah pidato Ibu Ani.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Begitu ibu mengakhiri pidato dengan kata-kata " ... for a better world" big screen di belakang Ibu SBY juga tertulis FOR A BETTER WORLD. Itu menandakan presisi pidato dengan screen. Saya bersyukur, semuanya seperti klimaks. Dalam latihan bahkan tak se presisi ini. Sehingga di belakang layar saya berteriak "I love you bu .." sambil mengangkat dua jempol.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu hari ketika saya ke Istana untuk membuat dokumenter Ibu SBY, Ibu rupanya berjalan bersama SBY dari satu acara. Ia menyapa saya dan menceritakan pengalaman pidatonya di Beijing. Saya langsung bercerita kepada presiden bagaimana kisah lucu di belakang layar itu, sekaligus memuji pidato Ibu Negara. "Isi, kecapatan dan artikulasi ibu sangat baik. Ibu hebat," kata saya di depan SBY. Pak SBY ketawa dan Ibu langsung bilang: "I love you too ... Apni" sambil juga mengangkat dua jempolnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-5862205204311762075?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/5862205204311762075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=5862205204311762075&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/5862205204311762075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/5862205204311762075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2007/08/dua-jempol-untuk-ibu-sby.html' title='Dua Jempol untuk Ibu SBY'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsqRRqaQePI/AAAAAAAAABo/BfWoLCKZfYY/s72-c/_ABR5001.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-3846449481940640431</id><published>2007-08-21T12:30:00.000+07:00</published><updated>2007-08-21T14:56:06.686+07:00</updated><title type='text'>Seni Menawar di Ya Show</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsqZpaaQeQI/AAAAAAAAABw/H_0Hn6MhCyU/s1600-h/Yashow.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101058464693647618" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsqZpaaQeQI/AAAAAAAAABw/H_0Hn6MhCyU/s200/Yashow.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsqCOqaQeOI/AAAAAAAAABg/cMcE98yJw38/s1600-h/CIMG2513.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101032716364708066" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsqCOqaQeOI/AAAAAAAAABg/cMcE98yJw38/s200/CIMG2513.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Bagi yang gila belanja barang bajakan tapi dengan kualitas bagus, Ya Show adalah sorganya. Yang paling rame adalah di Sanlitun Street, Beijing. Ikuti perjalanan saya berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Ya Show&lt;/strong&gt; memang memuaskan dahaga belanja kita di Kota Beijing. Semuanya ada di sini. Mulai dari celana dalam sampai jam tangan. Ya Show juga untuk semua, dari bayi hingga untuk manula sekalipun. Orang Indonesia yang keranjingan barang branded tapi nggak mau beli yang asli pasti akan memasukkan Ya Show sebagai mata acara utama dalam kunjungan atau tour ke Beijing. Saya memperkirakan ada banyak orang kita yang belanja di sini. Sebab hampir semua penjaga toko di sini bisa berhasa Indonesia. Ya paling tidak bahasa Indonesia untuk berdagang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yao Mi tempat saya membeli soevenir misalnya, bahasa Indonesianya menurut saya bagus sekali. Saya berasa di Glodok, Jakarta ketimbang di Beijing. Yao Mi sangat lancar ngomong Indonesia dengan lafal Indonesia yang sangat baik. Ketika saya tanya mengapa dia bisa berhasa Indonesia, dia mengatakan bahwa ribuan orang Indonesia datang ke sini pada masa liburan sekolah Juni - Juli. Itu ditambah orang Malaysia yang menurutnya juga berbahasa Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Halo apa kabar? Mau beli apa?" itu sapaan yang bisa kita terima dari penjaga toko di Ya Show bila dia melihat tampang-tampang Melayu di sini. Lalu kita langsung bisa berinteraksi dengan melanjutkan bertanya "Berapa harganya" dst. Jangan bengong mendengar tawaran harga para panjaja di Ya Show. Meraka akan tawarkan harga yang setinggi langit, sehingga kita sulit berkutik untuk menurunkannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nggak usah khawatir. Jika mereka menjual dengan harga setinggi-tingginya maka tawarlah serendah-rendahnya. Patokan saya di sini adalah harus lebih rendah harga dari Jakarta atau F.O di Bandung. Contoh, tas koper ukuran 29 inch, ini tas koper paling besar. Penawaran pertama mereka 800 Yuan atau hampir satu juta rupiah. Saya mulai dengan penawaran 100 Yuan. Mereka akan pura-pura marah, ngomel lah, pakai banting kalkulator lah dan tindakan-tindakan yang membuat kita tidak nyaman. "I kill you, don't joke" itu ucapan yang biasa mereka lontarkan. Cuek saja. Naikkan harga penawaran 20 Yuan setiap kali mereka bilang "this is the last price". Akhirnya koper yang di Indonesia berharga 500 ribu itu bisa kita bawa pulang seharga 200 Yuan atau 220 ribu perak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Begitu juga dengan kemeja, sepatu, dasi dan jam tangan. Semuanya bisa kita banting harganya serendah-rendahnya. Teman saya Akmal yang gila sepatu boot kaget ketika saya bisa menawar sepatu Timber Land yang kalau di Wan Fu Jian (ini tempat belanja elit di Beijing) harganya 1600 Yuan bisa kita beli di Ya Show dengan harga 150 Yuan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bagaimana dengan kualitas. Nggak usah khawatir. Di sini banyak kualitas. Mulai dari KW1 hingga KW 3. Asal jeli saja. Lihat bahannya, jahitannya dsb. Kalau rapi ambil saja. Ya Show yang di Sanlitun terdiri dari 5 lantai. Lantai basement untuk produk tas dan sepatu, lantai 1 untuk pakaian anak-anak. Lantai 2 untuk baju dewasa dan Lantai 3 kerajinan China, produk Sutra dan baju-baju wanita dan lantai 4 adalah jam tangan, elektronik dan food court. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selain di Sanlitun ada juga bisa mengunjungi Ya Show yang di Silk Market. Tapi di sini karena terlalu banyak bule, harga-harganya lebih mahal sedikit. Tapi lebih beragam itemnya dari Ya Show yang di Sanlitun. Terserah Anda. Kesamaaannya satu kita harus gila menawar, Nah Anda bisa seharian ke sini. Bawa uang 100 USD atau 780 Yuan anda sudah memborong banyak hal. Jangan lupa lakukan tips dari saya: Seni Menawar!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-3846449481940640431?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/3846449481940640431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=3846449481940640431&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/3846449481940640431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/3846449481940640431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2007/08/seni-menawar-di-ya-show.html' title='Seni Menawar di Ya Show'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsqZpaaQeQI/AAAAAAAAABw/H_0Hn6MhCyU/s72-c/Yashow.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-7064783159641891829</id><published>2007-08-16T12:58:00.000+07:00</published><updated>2007-08-16T13:29:08.701+07:00</updated><title type='text'>Memanjat Tembok Besar China</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsPtq6aQeNI/AAAAAAAAABY/OKmC-ei0RB4/s1600-h/CIMG2591.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099180524603209938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsPtq6aQeNI/AAAAAAAAABY/OKmC-ei0RB4/s200/CIMG2591.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;em&gt;Belum afdhol kalau ke China nggak "tawaf" di Great Wall. Seperti biasa kunjungan di saat bekerja harus dicari di antara kesempitan waktu. Oos teman saya di KBRI Beijing menawarkan jasa temannya Wan Tian Shu alias Prabowo Wahyu Adi. Bowo bekas sekertaris pribadi dubes yang kawin sama wanita lokal lalu membuka usaha tour operator. Karena sebangsa sama Bowo dia menawarkan Minibusnya seharga 800 Yuan untuk pergi ke Tembok Besar plus City Tour di kota Beijing.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kami masuk melalui Badaling, tempat paling favorit bagi turis untuk melihat tembok besar. Hanya satu setengah jam perjalanan melalui tol dari Kota Beijing. Ada banyak cara memanjat Tembok besar. Bisa berjalan kaki, bisa juga dengan kereta gantung. Agar tidak terlalu lelah saya memilih memanjat dengan cable car atau kereta gantung. Kabel car kemudian memanjat beberapa bukit dan tibalah saya pada sebuah pemandangan yang menakjubkan. Bak sebuah naga, tembok ini meliuk-liuk di pegunungan yang memang mengitari dataran Beijing. Konon inilah salah satu bangunan yang bisa dilihat rupanya dari bulan. Panjang tembok ini secara keseluruhan adalah 6500 km. Membentang dari Beijing sampai ke perbatasan Korea Utara. Dibangun 4 abad sebelum masehi, tembok ini didisain untuk pertahanan dari ancaman dari luar ketika itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya berkunjung pas lagi musim libur sekolah di China, sehingga banyak sekali turis lokal. Kita harus antri hingga 1 jam untuk masuk ke cable car dan suasana penuh sesak di sepanjang tembok. Saya hanya menyempatkan untuk berfoto di sini. Cuaca tidak terlalu baik, karena mendung berkepanjangan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada banyak toko soevenir yang menawarkan plakat kepada Anda sebagai tanda bahwa anda sudah pernah memanjat temboka besar China. "I climb the great wall ..." begitu bunyi plakat itu. Lalu nama anda akan tertera di sana. Plakat adalah oleh-oleh paling favorit di Badaling. Harganya hanya 65 Yuan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hanya dua jam kami berada di atas. Selain kelelahan, sumpek dan manusia yang sangat padat, waktu kunjung kami memang terbatas. Tembok besar adalah 3 dari 7 keajaiban dunia yang pernah saya lihat. Saya ingin melihat empat lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-7064783159641891829?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/7064783159641891829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=7064783159641891829&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/7064783159641891829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/7064783159641891829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2007/08/memanjat-tembok-besar-china.html' title='Memanjat Tembok Besar China'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsPtq6aQeNI/AAAAAAAAABY/OKmC-ei0RB4/s72-c/CIMG2591.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-283694029313879951</id><published>2007-08-16T12:00:00.000+07:00</published><updated>2007-08-16T12:56:57.268+07:00</updated><title type='text'>Beijing Selayang Pandang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsPl5KaQeMI/AAAAAAAAABQ/jqD1gHuLYq4/s1600-h/CIMG2527.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099171973323323586" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsPl5KaQeMI/AAAAAAAAABQ/jqD1gHuLYq4/s200/CIMG2527.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;"Jangan bayangkan Beijing 10 tahun lalu." Ini pesan teman saya ketika saya hendak bertugas ke Beijing 25 Juli 2007 lalu. Saya ke Beijing untuk menyiapkan screen presentasi pidato Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono di konferensi regional Unesco.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Menggunakan Singapore Airline dari Jakarta, kami mendarat tengah malam di Beijing Capital International Airport. Bandara baru yang memang disiapkan untuk menyambut banyak tamu ketika Beijing menjadi tuan rumah Olimpiade 2008. Malam itu juga kami dibawa ke Diaoyutai Hotel, tempat tamu negara biasa menginap.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya kurang beruntung karena cuaca di Beijing selalu berkabut. Pada musim panas, biasanya tidak ada angin berhembus. Jutaan kendaraan di Beijing membuat asap polusi yang sangat tebal. "Mati angin dan mati angle nih," kata Wayan Astapala, teman saya yang hobby memotret. Kepikiran dari Jakarta untuk berpose di lapangan Tiananmen yang gede dan wah, dengan latar belakang Ketua Mao jadi nggak asyik gara-gara asap polusi yang tebal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beijing memang buah kapitalisme yang dipilih oleh pemerintah komunis China bagi liberalisasi ekonomi mereka. 1o ribu kendaraan baru teregister setiap hari. Crane pembangunan pencakar langit ada di mana-mana, menandai pembangunan megapolitan Beijing. Kendaraan baru keluaran Amerika, Eropa, Korea, Jepang dan China berseliwean di jalan. Macet? Tentu, tapi kemacaten di sana mengalir. Artinya tidak stag kayak Jakarta. Ini karena jalan poros mereka membentang membentuk tanda X sepanjang 40 km, tanpa lampu merah. Ini ditambah 3 jalan lingkar yang mengitari jalan poros itu. Semua persimpangan dihubungkan oleh underpass dan fly over. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yang mengherankan buat saya adalah tidak ada motor di sini. Padahal jutaan motor China berseliweran di Jakarta. Mereka menyediakan ruas untuk sepeda, yang sama besarnya dengan Jalan Thamrin di Jakarta. Edan, nggak ada satupun kendaraan roda empat yang menyerobot jalur sepeda. Di kawasn San Li Tun, kawasan diplomatik di Beijing, para diplomat lebih memilih bersepeda, karena nyaman. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Anda senang berjalan kaki? Trotoar di Beijing memang besar-besar. Dilindungi oleh pepohonan yang rimbun. Di beberapa tempat malah disediakan alat-alat gymnastik untuk para lansia. Satu lagi ada banyak toliet di pinggir jalan. Soal toilet ini ada cerita khusus. Konon, tadinya penduduk kota di sini jorok. Kalau kencing sembarangan, sehingga bau ancing di mana-mana. Pernah lihat celana bayi yang dijual di pasar? Kan di bagian ntunya bolong tuh. Katanya biar gampang kencing dan BAB. Ketika Beijing disahkan sebagai tuan rumah Olimpiade 2008, mereka langsung berbenah, termasuk soal kencing tadi. Ada ribuan toilet umum yang dibangun di Tiananmen dan banyak lokasi publik lainnya sejak tahun 2000.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kini Beijing jauh lebih beradab. Nama jalan sudah menggunakan bahasa Inggris selain bahasa Mandarin. Tapi sangat sulit bila Anda ingin jalan-jalan sendiri tanpa pemandu. Banyak sopir, pelayan hotel. toko dan tempat wisata yang ogah ngomong Inggris. Padahal sejak tahun 2001 pemerintah kota Beijing memberikan kursus gratis bagi mereka yang ingin belajar bahasa Inggris. Panitia Olimpiade sendiri kesulitan mendapatkan tenaga voluntir. Saya baca di China Daily, panitia Olimpiade masih harus mengimpor voluntir Olimpiade dari kota-kota di China yang pernah dijajah Inggris yakni Shanghai dan Hongkong.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apapun. Beijing memang hendak menyamai daerah-daerah lain di China yang memang sudah maju seperti Hongkong dan Shanghai. Kini Beijing sudah bisa mebusungkan dada.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-283694029313879951?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/283694029313879951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=283694029313879951&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/283694029313879951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/283694029313879951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2007/08/beijing-selayang-pandang.html' title='Beijing Selayang Pandang'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsPl5KaQeMI/AAAAAAAAABQ/jqD1gHuLYq4/s72-c/CIMG2527.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-4209531389709665718</id><published>2007-08-16T11:13:00.000+07:00</published><updated>2007-08-16T11:38:48.308+07:00</updated><title type='text'>Melancong ke Piramid Giza, Mesir</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsPUZKaQeLI/AAAAAAAAABI/bSzWpx78-Rk/s1600-h/CIMG1705.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099152731869837490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsPUZKaQeLI/AAAAAAAAABI/bSzWpx78-Rk/s200/CIMG1705.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di antara kesibukan bisnis kami di Cairo, saya minta agar diantar ke Piramid Giza. Inilah piramid yang paling dekat dengan kota Cairo. Kawan-kawan di KBRI menyarankan saya untuk mengambil pemandu dari mahasiswa Indonesia yang belajar Al Azhar. "Mereka banyak yang punya mobil dan pekerjaan sampingannya ya memandu turis asal Indonesia". Saya sepakat dan akhirnya Fauzi Syam Latief, seorang mahasiwa S1 Al Azhar yang mengantar saya ke Giza. Kami langsung tancap gas pagi hari sekali dari hotel agar bisa berkunjung satu hari penuh di sana. Dua jam perjalanan lewat tol kami tempuh dan pukul 10 pagi kami sudah di sana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pintu masuk ke sana tak terlalu istimewa. Kotor dan tak ada pelayanan berarti. Lebih mirip check point di perbatasan Bangladesh. Orang asing membayar 50 pound Mesir atau sekitar 125 ribu perak. Orang lokal cuma bayar 10 pound. Dari pintu gerbang kita akan langsung bertemu dengan piramit terbesar dari 3 piramid yang masih berdiri utuh di Giza. Saya ingin masuk ke perut piramid, ternyata harus bayar lagi 100 pound lagi. Dengan penerangan seadanya saya memanjat dengan maksud untuk melihat Firaun di sana. Setiba di puncak piramid, lampu mati. Dan konyolnya tak ada yang meladeni komplain saya. "Itu urusan orang listrik, bukan urusan kami," kata petugas loket di mulut piramid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Betul kata kawan saya, Mesir itu diberkahi oleh alam sejarah. Ada piramid dan mummy ada Luxor ada Gurun Sinai, ada Alexandria. Tapi mereka nggak punya hospitality kayak orang Indonesia. Kebanyakan sih tipu-tipu dan ini yang harus diwaspadai. Teman Saya Hendi kepingin naik onta, perjanjian 20 pound, di tengah gurun di diminta membayar lagi 100 pound dan akhirnya tawar menawar menjadi 60 pound. "Gila, dikerjain onta gua," canda Hendi kepada saya. Juga soal makan, yang bikin saya bingung, mereka minta tips dulu baru mau mengurus uang kembalian makan kita. Gilee bener. Untung Syam menyiapkan nasi kotak yang memang sudah kita pesan dari para mahasiswa. Makanan Padang boss!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Akhir perjalanan, kita keluar dari pintu depan, tempat Spinx bertengger dengan gagah menjaga tiga piramid Giza. Kawasan Giza memang menjadi kawasan wisata internasional. Banyak hotel berbintang hadir di sini dan dari kamar hotel kita sudah bisa melihat piramid dari kejauhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-4209531389709665718?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/4209531389709665718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=4209531389709665718&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/4209531389709665718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/4209531389709665718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2007/08/melancong-ke-piramid-giza-mesir.html' title='Melancong ke Piramid Giza, Mesir'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsPUZKaQeLI/AAAAAAAAABI/bSzWpx78-Rk/s72-c/CIMG1705.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-1874235358845481497</id><published>2007-08-16T10:51:00.000+07:00</published><updated>2007-08-16T10:59:01.065+07:00</updated><title type='text'>Antara Hamburg dan Jakarta</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsPKu6aQeII/AAAAAAAAAA4/YswlAj4b-B4/s1600-h/110702aHkTeknologi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099142110415714434" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsPKu6aQeII/AAAAAAAAAA4/YswlAj4b-B4/s200/110702aHkTeknologi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Tulisan ini saya buat untuk buku sahabat saya Lalu Mariyun. Lalu Mariyun kini adalah wakil ketua Pengadilan Tinggi Papua di Jayapura. Judul asli tulisan ini adalah "Lalu, mimpi itu menjadi nyata". Inilah kisah paling otentik di belakang layar persidangan teleconference pertama dalam sejarah peradilan di Indonesia. Saat itu, pengadilan negeri Jakarta Selatan yang dipimpin Lalu memeriksa mantan presiden Habibie yang saat itu tinggal di Hamburg, Jerman&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Dari Sebuah Mimpi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bermula memang dari sebuah mimpi seorang Lalu Mariyun. Pak Lalu melihat Liputan 6 sering sekali melakukan teleconference dengan beberapa reporternya ketika melaporkan kejadian di banyak tempat. Sementara Lalu sebagai Hakim yang menangani perkara Rahardi Ramelan dalam kasus Bulog harus memeriksa seorang mantan presiden yang secara fisik tidak berada di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habibie memang sedang berada di Hamburg Jerman, karena Ibu Hasri Ainun Habibie sedang berobat di sana. Tercetuslah ide untuk menghadirkan Habibie tapi dengan teknologi teleconference yang biasa digunakan televisi. Saya membaca ide Pak Lalu ini justru dari Koran. Tapi Rosiana Silalahi waktu itu masih jadi Anchor SCTV bertindak cepat. Ia mengontak Karni Ilyas dan kemudian SCTV menyampaikan surat ke Ketua PN Jaksel yang dijabat Pak Lalu, bahwa SCTV bisa memfasilitasi teleconference ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya waktu itu produser eksekutif untuk siaran luar di pemberitaan SCTV. Tugas-tugas teleconference dan siaran langsung memang menjadi tanggung jawab saya. Saya kemudian menyiapkan konfigurasi system dan teknologinya.&lt;br /&gt;Pada saat pemaparan pertama dengan tim PN Jaksel, Pengacara dan Jaksa, saya menyampaikan kemungkinan kita akan menggunakan teknologi satelit. Konsekuensinya akan complicated dan ada beberapa problem teknis berupa delay audio yang kemungkinan akan menganggu jalannya sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat selesai. Pak Lalu kemudian mengenalkan dua orang temannya kepada saya dan Rosi. Tapi Pak Lalu sendiri tidak jelas benar mereka akan menawarkan teknologi apa. Kami akhirnya bertemu dengan kedua orang ini di restoran di depan PN Jaksel. Initinya mereka berdua akan bisa mencarikan alternatif teknologi selain satelit. Meski tidak lebih murah tapi teknologi ini sedikit lebih ringkas. Yang mengejukan saya kedua orang ini juga menyanggupi untuk membayar semua biaya penggunaan tekologi itu mulai dari Jerman sampai Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya waktu itu berburuk sangka bahwa orang ini pasti suruhannya Habibie. ”Masa Pak Lalu punya teman yang canggih seperti ini.” gumam saya ketika itu. Saya lupakan segala buruk sangka itu. Zulkifli dan Zed Alhadad nama kedua pria itu kemudian mengenalkan saya dengan seorang alumni ITB yang bekerja pada perusahaan penyedia jasa teleconference, namanya Suryo. Setelah berdiskusi panjang dengan Suryo, akhirnya tim teknis dari SCTV, Suwarno, Agus Novali dan Agustin menyiapkan konfigurasi teknologi Itegrated System Digital Network atau ISDN ke dalam sistem broadcasting yang dipunyai SCTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya teknologi ISDN inilah yang kami gunakan untuk memfasilitasi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan merampungkan niatnya. Gambarannya teknologi ini menggunakan terminal Polycom. Sifatnya dua arah dan point to point. Kita pilih dengan kualitas video streaming yang lebih baik yakni 3 line digital ISDN atau setara dengan 384 kilo byte per second. Jalur dari Jerman dan Jakarta akan aman dipakai selama dua jam. Kualitas suara dijamin tanpa delay dan yang penting baik gambar atau suara tidak bisa di pitching oleh pihak manapun yang bisa menggagalkan persidangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polyco hanya digunakan sebagai terminal saja, tapi untuk kualitas yang lebih baik kami menggunakan kamera ENG milik SCTV. Saya berapat dengan Don Bosco Selamun, wapemred SCTV waktu itu, dan akhirnya diputuskan Rosi akan memimpin tim di Hamburg, Jerman dan saya karena segala urusan tetek bengek di Jakarta bertugas di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Red Carpet&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini publik yang berkembang saat itu hampir menjurus pada ketidak setujuan upaya PN Jaksel untuk mengadakan teleconference ini. Sikap pengacara Rahardi, Trimoelya D Surjadi dan Jaksa Penuntut Kiemas Yahya Rahman jelas tidak setuju. Alasannya, sidang jarak jauh seperti ini tidak diatur dalam KUHAP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Lalu rupanya pantang mundur, ia tetap keukeh teleconference ini dijalankan. Alasannya juga sederhana, tidak diatur dalam KUHAP bukan berarti tidak boleh. Lagi pula Mahkamah Agung dalam suratnya kepada PN Jaksel sudah memberikan persetujuannya dengan catatan bahwa Habibie harus tetap berada di wilayah Indonesia. Satu-satunya wilayah ekstra teritorial Indonesia di Jerman adalah KBRI atau Konsulat RI di Hamburg. Akhirnya dipilih Hamburg dengan alasan lebih dekat dengan kediaman Habibie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada rapat terakhir menjelang pelaksanaan sidang, Pak Lalu Mariyun mengumpulkan semua pihak yang akan terlibat. Di sini disepakati bahwa sidang akan tetap jalan dan hakim tetap mencatat keberatan jaksa dan penasihat hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya secara teknis memang tidak mau acara ini juga gagal. Selain jalur ISDN milik Indosat, saya juga minta tim teknis SCTV dan Indosat menyiapkan lapis kedua sebagai jalur back up. Saya meminta semacam red carpet lah lepada Indosat, karena yang disidang ini adalah seorang mantan presiden. Pihak Indosat sendiri menjamin bahwa jalur ISDN adalah jalur paling aman. Kemudian kami minta Indosat juga menyiapkan jalur VSAT (very small aperture terminal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memfasilitasi jalannya sidang. SCTV juga menyiapkan sistem siaran langsung acara ini. Artinya konfigurasi tekniknya akan semakin rumit yakni untuk teleconference sekaligus menjadikan acara ini sebagai siaran langsung. Tapi acungan jempol untuk tim teknis SCTV. Dengan kekuatan sekitar 50 kru, tiga mobil OB Van yang berfungsi sebagai mobil penerima dan pemancar siaran, mobil pengatur audio dan gambar dan satu mobil untuk control room. Semua rapi dan saya cek satu per satu semua ready. Sehari sebelumnya kami pun melakukan rehearsal. Ada beberapa kali kegagalan karena hubungan suara masih delay. Baru pada dinihari hubungan Hamburg – Jakarta berjalan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dua Jam yang meneggangkan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selasa 2 Juni 2002 Pukul 15 waktu Indonesia acara dimulai. Pengacara dan Jaksa sudah hadir, Pak Habibie sudah berada di ruang sidang di Konjen RI di Hamburg. Suara dan gambar sudah kami terima. Pak Habibie sudah terlihat di layar, Saya memberi isarat kepada Lalu Mariyun bahwa acara persidangan sudah dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung PN Jaksel hari itu membludak. Sidang ini mendapat perhatian sangat luas dari masyarakat terutama pers. Sebelum sidang saya mempersilakan kepada seluruh wartawan untuk mengabadikan gambar Pak Habibie yang sudah hadir. Habibie dari kejauhan melambaikan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan justru terasa di belakang ruang sidang. Saya, Agus Novali, Suryo dari Polycom dan tim teknis SCTV dan Indosat, detik per detik mengecek semua instrumen kontrol. Saya sendiri tidak begitu peduli pada materi sidang, saya hanya memikirkan bahwa hubungan Hamburg – Jakarta tidak terganggu dan siaran langsung acara ini bisa berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah semua berjalan lancar. Tak ada gangguan sedikit pun. Sebuah sejarah baru pengadilan di Indonesia ditoreh. Untuk pertama kalinya seorang yang berada nun jauh di sana dapat diperiksa dengan bantuan teknologi komunikasi. Pak Lalu Mariyun memang pantas menerima penghargaan karena telah membuat sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karni Ilyas yang juga pakar hukum menganggap ini sebagai hal yang pertama kali di dunia bahwa sebuah sidang bisa melintas benua. Karni kemudian mendaftarkan hasil karya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Liputan 6 SCTV ke Museum Rekor Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCTV kemudian juga keranjingan menggunakan teknologi ini. Beberapa bulan kemudian ketika ada kasus penganiayaan TKI kita di Malaysia, saya dikirim ke Kuala Lumpur untum membuat teleconference serupa dengan pihak-pihak terkait di Malaysia. Di sinilah kemudia saya bertemu lagi dengan Zel Alhadad dan Zulkifli. Rasa penasaran saya terhadap kedua orang ini terjawab ketika saya diajak mengunjungi Wisma Intregated di Damansara Malaysia. Di gedung ini berkantor Serikat Padu Berhad, salah satu perusahaan IT terbesar di Malaysia. Zul dan Zed adalah eksekutif di perusahaan ini. Rupanya mereka punya proyek IT di Bandara Ngurah Ray, Bali dan kenal dengan Pak Lalu ketika mereka berdua main golf di Lombok ketika Pak Lalu masih menjadi Ketua PN Mataram. Zed sendiri pernah berbisnis sari kelapa dan santan kelapa yang bahan bakunya didatangkan dari wilayah Lombok. ”Pak Lalu banyak membantu bisnis saya di Lombok,” kata Zed kepada saya. ”Jadi tidak ada hubungan dengan Habibie,” tanya saya. ”Ya, saya dengar orang menghubungkan perusahaan kami dengan Habibie, tapi itu tidak betul. Kami hanya membantu Pak Lalu” timpal Zulkifli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perjalanan waktu, cara yang dikembangkan oleh Pak Lalu dan PN Jakarta Selatan kemudian ditiru oleh Kejaksaan Agung ketika menghadirkan saksi sidang pelanggaran HAM dalam kasus kerusuhan di Dili, Timtim. Juga pada saat kasus terorisme Abubakar Baasir, saksi kasus ini ada di Malaysi. Apa yang dulu ditentang, kini sudah digunakan di sistem peradilan kita. Dan itu semua bermula dari mimpi seorang Lalu Mariyun.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-1874235358845481497?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/1874235358845481497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=1874235358845481497&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/1874235358845481497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/1874235358845481497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2007/08/antara-hamburg-dan-jakarta.html' title='Antara Hamburg dan Jakarta'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RsPKu6aQeII/AAAAAAAAAA4/YswlAj4b-B4/s72-c/110702aHkTeknologi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-4717636403662159672</id><published>2007-03-25T20:53:00.000+07:00</published><updated>2007-03-25T21:37:22.248+07:00</updated><title type='text'>Orang Mesir, klakson di rem mobil</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RgaI7ql9oUI/AAAAAAAAAAk/tByj4NBpXek/s1600-h/CIMG1651.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5045870991142396226" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RgaI7ql9oUI/AAAAAAAAAAk/tByj4NBpXek/s320/CIMG1651.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Michael Pallin, traveller dari BBC bilang barangkali orang Mesir meletakkan klakson mobil di rem mobil. Ia mengunjungi Mesir melalui Alexandria. Di kota yang menghadap laut mediterania ini, ia melihat taksi yang berseliweran di kota ini semuanya membunyikan klakson kapanpun di manapun. Brisik. Tak hanya itu ulah para sopir taksi ini menular juga ke pengguna kendaraan bermotor.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya tertawa geli mendengar ungkapan Michael Pallin ini ketika menonton film dokumenternya yang terkenal "Around the world in 80 days". Pikiran saya langsung teringat ketika pertama kali menginjakkan kaki di Cairo. Tat tit tut bunyi klakson di belantara kemacetan kota Cairo yang parah memang bikin stress. Di Jakarta memang macet, tapi nggak segila Cairo. Mecet plus bunyi klakson yang bertalu-talu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pernah ketika pulang dari berkunjung ke Giza, seorang pengemudi taksi bertabrakan dengan kendaraan pribadi. Mereka berdua ribut di Jalan. Adu mulut. Anda pikir mereka memarkirkan kendaraannya ke pinggir agar tak menganggu orang lain. Tidak. Mereka tetap saja "berkelahi" di tengah jalan. Sementara kendaraan lainnya yang hampir semua tak sabar sibuk dengan bunyi klaksonnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jangan bayangkan taksi di Cairo semewah Jakarta. Orang Jakarta kalau taksinya jelek, mana mau naik. Tapi di Cairo meski saya menginap di hotel bintang lima sekalipun ketika hendak berpergian ya terpaksa naik taksi yang teramat jelek itu. Kapan terakhir Anda naik Fiat kotak atau Pegouet 505 tahun 70-an di Jakarta. Lama sekali bukan? Tapi kendaraan semacam itulah yang ada di Kota Cairo dan sampai kini masih dijadikan taksi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kembali ke klakson. Saya memperhatikan ulah sopir taksi, hampir setiap kali dia mengerem, klakson pun berbunyi. Danang, diplomat baru yang mendapat penugasan pertama kalinya di Cairo bilang, "Saya enjoy saja tuh macet dari Bekasi ke Jakarta. Tapi di sini, woow, stress gua".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-4717636403662159672?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/4717636403662159672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=4717636403662159672&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/4717636403662159672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/4717636403662159672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2007/03/orang-mesir-klakson-di-rem-mobil.html' title='Orang Mesir, klakson di rem mobil'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RgaI7ql9oUI/AAAAAAAAAAk/tByj4NBpXek/s72-c/CIMG1651.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-3107341671876583884</id><published>2006-12-10T19:41:00.000+07:00</published><updated>2006-12-10T20:16:03.920+07:00</updated><title type='text'>Cairo dan Genting Punya Casino</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RXwGb8p35II/AAAAAAAAAAY/iAIOuKfPb7g/s1600-h/CIMG1644.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5006883962937140354" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RXwGb8p35II/AAAAAAAAAAY/iAIOuKfPb7g/s320/CIMG1644.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ingin berjudi? Datanglah ke Cairo. Gampang! Casino mewah berserakan di hampir semua hotel berbintang lima yang kebanyakan terletak di pinggiran sungai Nil. Silakan ke Umar Kayam Casino di Marriott atau Grand Hyatt, Sheraton atau hotel jaringan lokal milik mesir Pyramisa. Semua memberi fasilitas Casino. Atau mau ke Casino terapung. Wah, itu banyak sekali di kapal pesiar yang lagi sandar di Sungai Nil.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Padahal Anda tahu di kota ini berdiri universitas Islam tertua dan terbesar di dunia yakni universitas Al-Azhar. Ulama-ulama Al Azhar sangat didengar pendapatnya, bahkan oleh Husni Mubaraq sekalipun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ulama di sini menghormati jalan sekuler yang dipilih Mesir. Di Mesir, selain Islam sekitar 7 juta orang atau 10 persen dari penduduk mesir memeluk kristen coptic atau ortodok.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunggu dulu. Jangan berpikir bahwa ulama di sana melegalisasi judi. Cuma barangkali mereka nggak mau munafik saja kayak ulama di Indonesia. Ada larangan keras bagi penduduk mesir yang beragama Islam untuk masuk ke Casino. Mereka bahkan menempatkan semacam polisi sariah yang bisa menangkapi setiap orang Islam yang bermain judi. Lalu untuk siapa Casino itu? Untuk turis asing. Mesir memang hidup dari sektor pariwisata. Jutaan orang datang ke sini untuk menjelajahi sungai nil yang menawan, mengunjungi piramid dan spinx atau mengunjungi kota Cleopatra, Alexandria. Pergi ke Luxor, jalan ke pengunungan Sinai atau ke kota pantai di Sharm El Sheik di Laut Merah. Di semua tempat wisata ini ada Casino-nya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kita ke Malaysia sejenak. Mari kita ke dataran tinggi Genting. Sama dengan di Mesir, kurang Islam apa Malaysia. Tapi mereka tetap melakukan lokalisasi Judi. Sama seperti di Mesir di Genting orang Melayu beragama Islam dilarang keras masuk ke Casino-casino yang ada di Genting Highland.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di Indonesia bagaimana? Pada zaman Ali Sadikin jadi gubernur DKI dulu, ia sempat melegalkan judi, termasuk Casino. Bang Ali bahkan mengakui lebih dari 50 persen anggaran pembangunan DKI dulu diambil dari duit judi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Belakangan kita memang agak ke kanan. Judi dilarang di mana-mana. Meski belum tentu menghapus judi. Wacana lokalisasi judi di Pulau Seribu didamprat tokoh-tokoh Islam. Walhasil, judi dilarang, orang sembunyi-sembunyi main judi. Atau justru aparatlah yang menikmati judi ilegal yang banyak berserakan di kota.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kenapa kita nggak kayak Cairo atau Genting. Mereka mendapatkan devisa besar dari judi ini. Legal uangnya karena masuk ke kas negara bukan ke kantong aparat. Juga barangkali kita diajarkan jangan jadi Munafik. Melarang judi tapi perilaku korup ada di mana-mana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-3107341671876583884?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/3107341671876583884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=3107341671876583884&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/3107341671876583884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/3107341671876583884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2006/12/cairo-dan-genting-punya-casino.html' title='Cairo dan Genting Punya Casino'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RXwGb8p35II/AAAAAAAAAAY/iAIOuKfPb7g/s72-c/CIMG1644.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-1078119985126550582</id><published>2006-12-10T19:20:00.000+07:00</published><updated>2006-12-10T19:40:52.935+07:00</updated><title type='text'>Dari Cairo Film Market</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RXv_28p35HI/AAAAAAAAAAM/mtIWxgOEEuI/s1600-h/CIMG1635.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5006876730212213874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RXv_28p35HI/AAAAAAAAAAM/mtIWxgOEEuI/s200/CIMG1635.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya berkunjung ke Cairo awal Desember 2006, ketika musim dingin menerpa negeri piramid ini. Saya menghadiri Cairo Film Market yang bersamaan waktunya dengan Cairo Film Festival ke 30. Menurut orang film, festival film Cairo adalah yang terbesar di Timur Tengah dan no 10 terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya dan kawan saya Hendi dari MNC punya misi untuk berjualan produk-produk MNC untuk pasar Timur Tengah. Sekaligus membuka peluang kemungkinan beberapa saluran milik MNC bisa bersiaran di Timur Tengah. Untuk diketahui ada 1 juta orang lebih orang Indonesia yang bermukim di Timur Tengah secara legal. Belum lagi yang ilegal. Nah sangat mungkin MNC sebagai sebuah grup media terbesar di Indonesia untuk bersiaran di sini. Korea dan Jepang saja, yang jumlah migrannya di Timur Tengah jauh lebih kecil sudah 3 tahun membuat saluran khusus di Arabsat atau Nilesat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di Festival film, film kita yang discreaning adalah "Berbagi Suami". Judul internasionalnya adalah "Love for share" arahan sutradara Nia Dinata. Kayaknya tidak ada hubungannya dengan polemik poligami yang lagi hangat di tanah air, menyusul kasus Aa Gym yang kawin lagi itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan di Film Market, yang buka booth adalah RCTI/MNC. MNC memang menjadi satu-satunya grup media yang berasal dari Asia Tenggara. Sisanya yang ikut pameran adalah dari Argentina, Meksiko, Lebanon dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang menarik adalah semua produk yang dijual MNC di market ini sudah di-dubb dalam bahasa Arab. Dokumenter GAPURA milik RCTI dan Jendela milik TPI paling diminati di sini. Karenanya melalui saluran 1 di Mesir, GAPURA akan bersiaran mulai 1 Januari nanti.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-1078119985126550582?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/1078119985126550582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=1078119985126550582&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/1078119985126550582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/1078119985126550582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2006/12/dari-cairo-film-market.html' title='Dari Cairo Film Market'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Jr6PHEQNxuc/RXv_28p35HI/AAAAAAAAAAM/mtIWxgOEEuI/s72-c/CIMG1635.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-115717127423705431</id><published>2006-09-02T10:57:00.000+07:00</published><updated>2006-09-02T11:27:54.246+07:00</updated><title type='text'>Komunisme Tinggal Jadi Soevenir di Rusia</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/1600/MOSCOW-14.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/320/MOSCOW-14.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Heboh merebaknya gambar-gambar palu arit yang amat terlarang itu di Indonesia menghentakkan ingatan saya ke kota Moskow. Di Bogor seorang pemuda ditangkap karena menjual puluhan baju kaos berlambang palu arit. Rupanya komunisme meski sudah mati, tapi bagi aparat tetaplah menjadi bahaya laten. Padahal bahaya laten orde baru lebih seru, yakni warisan budaya korup di birokrasi dan mental sebagian masyarakat Indonesia yang entah kapan akan terkikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengunjungi Moscow dan sekitarnya atas undangan BUMN Rusia, Rosoboron Eksport. Gambaran saya tentang Moscow tentu saja menyeramkan. Ini karena saya banyak membaca dan menonton film tentang Soviet selalu diidentikkan dengan KGB yang dingin dan ganas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di bandar udara Serementyevo kesan kaku itu memang ada. Bandara tua ini sungguh tidak ramah. Dinding dengan plat baja dan tembok-tembok simetris mengesankan keangkeran itu. Pesawat Luftansa yang membawa saya dari Frankfurt kebetulan hampir bersamaan kedatangannya dengan pesawat Iran Air dari Teheran dan Emirates dari Dubai. Jadi jam 4 sore itu ada tiga pesawat dengan kira-kira 900-an penumpang. Celaka memang, hanya tiga pintu imigrasi yang dibuka. Saya coba menghitung, ketelitian petugas membutuhkan waktu 3 sampai 5 menit untuk memeriksa seseorang. "Kapan selesainya" pikir saya sambil melihat petugas yang nggak pernah senyum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tugas saya mengunjungi beberapa pabrik pembuatan pesawat, helikopter dan senjata milik Rosoboron di kawasan Zukovzky, 80 km luar kota Moscow, saya menyempatkan diri untuk cuci mata di kota Moscow yang eksotik ini. Hotel saya, Mariot Aurora kebetulan berada di kawasan Lapangan Merah. Jadi saya hanya selangkah melihat Teater Balshoi yang terkenal itu, ke Lapangan Merah, Ke Istana Kremlin atau ke Gereja Santo Basile yang menjadi icon kota Moscow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah karena jalan-jalan saya tentu harus melihat souvenir. Nah lambang palu arit yang menjadi lambang negara Sovyet dulu banyak dijual sebagai buah tangan. Pin, sepatu berlambang komunis atau pet model Bresnev. Semuanya dilengkapi dengan lambang palu arit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar tokoh pendiri Sovyet seperti Lenin dan Stalin juga menjadi bahan ejeken di T-Shirt Cindera Mata. Dengan mudah kita mendapatkan kaos parodi bergambar Lenin. Misalnya Mc Donald diplesetken menjadi Mc Lenin atau Stalin Burger dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat wisata belanja semacam Ismaylova apalagi. Cinderamata dengan icon palu arit pun bermacam-macam. Saya membeli korek api bermotif sepatu laras tentara merah. Di Leninskigory, sebuah dataran tinggi di Moscow saya disamperi oleh seorang kolektor pin. Rupanya dia melihat pin berlambang Burung Garuda yang saya pakai di kerah baju saya. Pin lambang negara saya beli hanya 10 ribu rupiah di MPR Senayan. Karena dia kolektor dan punya toko souvenir saya disuruh bebas memilih tiga cinderamata yang saya suka berapapun harganya. Lagi-lagi yang paling banyak dikoleksi atau dijual adalah cinderamata dengan lambang palu arit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergei penjual souveneir itu menceritakan kepada saya bahwa "Komunisme telah mati dan hanya jadi souvenir di sini." Sergei benar tak sulit mencari oleh-oleh palu arit di Kota Moscow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kembali ke Bogor, kenapa ya polisi dan aparat kodim menangkapi pemuda yang berjualan kaos dengan lambang palu arit itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-115717127423705431?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/115717127423705431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=115717127423705431&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/115717127423705431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/115717127423705431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2006/09/komunisme-tinggal-jadi-soevenir-di.html' title='Komunisme Tinggal Jadi Soevenir di Rusia'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-115596258505485164</id><published>2006-08-19T11:12:00.000+07:00</published><updated>2006-08-21T21:50:06.996+07:00</updated><title type='text'>Kuching, Water Front City</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/1600/Kuching-2.4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/320/Kuching-2.1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mari kita keliling Indonesia. Perhatikan kota-kota yang dilintasi sungai besar. Sebut saja Palembang, Pontianak, Banjarmasin, Jambi dll. Apa yang mereka lakukan dengan sungai-sungai itu. Sungai yanf melintas kota-kota itu paling hanya menjadi jalur transportasi tradisional masyarakat. Kesannya semrawut dan kumuh. Bantaran sungai dipenuhi permukiman penduduk yang tidak tertata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 tahun yang lalu, Kuching yang menjadi ibukota Kesultanan Serawak di Malaysia Timur tidak ada apa-apa bila dibandingkan dengan Pontianak. Malah banyak warga Kuching yang menghabiskan akhir pekan mereka ke Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melawat ke Kuching beberapa waktu lalu. Sesuatu memang sudah berbeda sejak kita berada di Border. Border kita di Entikong kumuh dan lecek, begitu melintas di Tebedu, border-nya Malaysia maka kita akan menjumpai keteraturan. Jalan lintas yang mulus dari Tebedu ke Kuching kami tempuh dalam waktu 3 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuching adalah ibukota negara bagian Serawak di Pulau Borneo/Kalimantan. Disebut Kuching karena memang lambang kota ini kucing meong. Di jantung kota kita akan melihat patung kucing untuk menandakan bahwa ini adalah kota Kuching.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik memang konsep kota yang dikembangkan di sepanjang aliran sungai atau water frontc city. Sepanjang hampir lebih 5 kilometer berdiri mulai dari hotel, mall dan publik area. Di pinggir sungai berdiri hotel Holiday inn dan Crown plaza. Juga ada mall yang tersambung ke Holiday inn. Kita berjalan dapat berjalan kaki di bantaran sungai. Terdapat area publik yang menawan, bersih dan teratur. Pedagang kaki lima yang menjual makanan dan souvenir diletakkan berjejer dengan jarak per 30 meter. Sehingga terdapat space yang nyaman untuk para pedestrian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tak ada bangunan kumuh di bantaran sungai. Di sebarang sungai kita akan melihat kemegahan Istana Sultan Sarawak dan kita bisa melintasi Istana itu dengan menyewa perahu atau boat. Atma Buyung, orang Pontianak yang menetap di sana menuturkan kepada saya bahwa 10 tahun yang lalu sungai ini kotor. Penduduk di bantaran sungai kemudian dipindahkan ke apartemen di pinggir kota dan pemerintah Kuching kemudian membangun watar front city yang sangat apik dan bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat tertarik dengan sebuah bangunan di pinggir sungai Serawak ini. Sebuah bangunan gedung parkir yang mereka namakan Taman Kereta. Maksudnya taman parkir kalee. Bangunan berlantai lima ini di bagian atasnya ditutupi tenda besar. Di bagian atas bangunan ini adalah restoran seafood. Alamak, takjub kali melihatnya, karena kita dapat melihat keindahan malam kota Kuching sambil menyantap seafood yang kebanyakan dimasak oleh orang dari etnis china ini. Kami melahap kepiting lada hitam dan kakap asam manis khas melayu sambil menikmati malam di Kota Kuching.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat lagi saya tentang kota-kota di bantaran Sungai di tanah air. Saya kebetulan tinggal di Tangerang. Kota ini dilintasi Sungai Cisadane. Tapi pemerintah kota ini baru bisa memindahkan penduduk di bantarannya dan belum membuat publik area yang nyaman untuk kita makan atau menikmati sungai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-115596258505485164?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/115596258505485164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=115596258505485164&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/115596258505485164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/115596258505485164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2006/08/kuching-water-front-city.html' title='Kuching, Water Front City'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-115150617869236323</id><published>2006-06-28T21:15:00.000+07:00</published><updated>2006-08-19T12:10:09.416+07:00</updated><title type='text'>Kesombongan Doha</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/1600/CIMG0813.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/200/CIMG0813.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitu mendarat di Bandara Qatar terasa sudah kesumpekan itu. Maklum bandara ini sedang dibangun. Tak lama kemudian saya memasuki kota Doha. Besarnya kira-kira seperti Tangerang kalee. Tapi bersih, terutama pantainya. Kota ini terletak di bibir teluk Arab dan berupa sebuah Tanjung, artinya daratan yang menjorok ke laut. Berpenduduk hanya 800 ribuan orang, sebagian fasilitas kota dibangun di pinggir pantai, mirip water front city. Doha adalah kota modern. Ini karena limpahan gas bumi dan minyak yang membuat negara ini masuk dalam 10 negara terkaya di dunia. Penduduk asli Qatar hanya 200 ribu orang, sisanya adalah pendatang. Anda boleh bangga, jika di negara Arab lainnya TKI kita banyak yang menjadi pembantu, di sini TKI kita lebih well job. Mereka bekerja di sektor Migas, sebagian lain di perhotelan atau jasa. Di sektor jasa tetap lebih banyak orang Pilipino, karena faktor penguasaan bahasa Inggris yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/200/CIMG0817.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Doha memang tengah berbenah, perkembangannya tidak sebanding dengan Dubai yang menjadi kota internasional. Warganya agak sombong karena mengira merekalah paling hebat. &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Muhammed&lt;/span&gt;, seorang imigran palestina yang tinggal di Qatar sangat bangga dengan sebuah mall yang mereka sebut sebagai city center. Muhammed menyebutkan bahwa mall ini adalah yang terbesar di Teluk. Lalu ia bertanya kepada saya apakah ada mall sebesar ini di Indonesia. Saya jawab: "tidak ada". Maksud saya tidak ada yang sekecil ini. Lima kali lebih besar dari ini banyak. Muhammed tak percaya. Tiba-tiba di tengah percakapan ada seorang pejabat setempat namanya Al Jabar yang ikut menimpali pembicaraan kami. Jabar kebetulan sudah pernah ke Indonesia dan punya pembantu orang Sukabumi. Jabar lalu bercerita tentang Tanah Abang, Mangga Dua, Plaza Senayan dan Taman Anggrek. "Saya butuh dua hari untuk berkeliling Taman Anggrek," kata Jabar meyakinkan Muhammed. Muhammed geleng-geleng kepala memikirkan betapa besarnya Jakarta. Saya jelaskan kepada Muhammed bahwa Jakarta berpendukuk 20 juta orang dan mall sebesar City Center-nya Doha itu jumlahnya di Jakarta ada puluhan. "City Center like supermarket," ujar Jabar bahwa mall sebesar ini seperti supermarket di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, Doha dan Qatar adalah kemewahan. Istana raja yang wah dan mewah, gedung-gedung yang mewah, modern dan rapi. Tak ada kendaraan jelek yang sliweran di kota. Mobil murah karena pemerintah setempat tak menarik pajak atas kendaraan itu. Abdurahman teman saya selama berada di Qatar adalah seorang pegawai IT pada kantor pemerintahan. Kendaraannya adalah Camry. Ia hanya membelinya --kalau dikurskan ke rupiah-- hanya sekitar 120 juta rupiah. Bayangkan di Indonesia harga Camry sekitar 360 juta dan yang make menteri kabinetnya SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang jika berkunjung ke suatu kota datanglah ke pasar. Di pasar adalah gambaran peradaban sesungguhnya. Saya pergi ke pasar tua di tengah kota Doha. Sekali lagi pasar ini rapi dan dibuat antik dengan arsitektur bangunan Arab. Paling banyak dijual adalah souvenir dan kerajinan anyaman dan tenda baduy orang Arab Qatar. Saat saya datang, pasar ini sepi karena di sini masih ada tradisi siesta. Artinya orang-orang pada tidur atau istirahat bila dari Zuhur sampai Ashar. Saya menyempatkan membeli beberapa cenderamata di pasar ini untuk oleh-oleh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-115150617869236323?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/115150617869236323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=115150617869236323&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/115150617869236323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/115150617869236323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2006/06/kesombongan-doha.html' title='Kesombongan Doha'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-115127880555715135</id><published>2006-06-26T06:14:00.000+07:00</published><updated>2006-06-28T21:08:02.720+07:00</updated><title type='text'>Safari Gurun di Qatar</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/1600/CIMG0844.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/200/CIMG0844.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Saya pertama kali melihat bagaimana orang menjelajahi gurun pasir tentu saja dari Rally Paris-Dakar. Kemudian Globe Trecker juga pernah menayangkan bagaimana Ian Wright menjelajahi padang pasir ini dengan kendaraan 4WD. Ketika di atas Qatar Airways yang membawa saya dari Kuala Lumpur ke Doha, di atas pesawat disajikan betapa rally di gurun itu kemudian menjadi salah satu atraksi wisata yang ditawarkan kepada pelancong. &lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/200/535450822vmqPdY_ph.jpg" border="0" /&gt;Setelah selesai dengan segala urusan saya di Doha, saya kemudian mencari operator safari yang bisa membawa saya ke sana. Saya dan teman saya Endah kemudian memilih Sammy, ia selain pernah menjadi pereli di Paris-Dakar, juga punya usaha ini. Kami dibawa Sammy menuju Sea Line Resort sebuah resort terkenal 80 km arah selatan Doha. Dengan kendaraan land cruiser-nya kami lalu dibawa ke gurun pasir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seram? Tidak juga karena ribuah hektar gurun itu telah berubah menjadi tempat wisata. Ribuan kendaraan 4Wd berseliweran di gurun dengan koordinatnya sendiri. Beberapa kali kami berpapasan dengan rombongan turis. Yang mengasikkan kami adalah Sammy begitu jagoannya mendaki kecuraman tebing gurun dengan kendaraannya, lalu menurun lagi dengan kecuraman hampir mencapai 45%. Edan memang. Saya menikmati ini sesekali berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bayangkan gurun tidak ada kehidupan, di bibir pantai di Teluk Arab ini berdiri beberapa tenda Arab Baduy yang sudah di permodern. Penjelasjahan setengah hari ini sudah memasuki perbatasan Arab Saudi. Sepelemparan batu kami sudah melihat check point yang dijaga tentara Arab Saudi. "Itu Arab Saudi", kata Sammy sambil menunjuk bukit yang ada di sebarang pantai laut dalam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami kemudian memilih istirahat di Tenda di pinggir pantai. Beberapa bule saya lihat bermain di bibir pantai sea line ini. Tak lama kemudian sebuah mobil mengantar catering makan siang kami. Dengan menu tradisional Arab, sate kambing, nasi kebuli dll kami makan siang dan beristirihat di bibir Teluk Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sammy kemudian berteriak memberi aba-aba perjalanan dilanjutkan. Kami kembali naik Toyota Land Cruiser ini dan penjelajahan gurun kami lanjutkan. Untuk semua kenikmatan menjelajahi gurun sahara ini kami hanya membayar 750 rial atau sekitar 150 USD. Terpikir oleh saya berapa banyak orang yang menikmati safari ini. Sammy bilang ada 100-an operator dan setiap operator bisa membawa minimal 2 sampai 5 orang dalam satu kali trip. Bila disertai bermalam di tenda maka satu orang dikenakan charge 100 USD. Untuk semua sajian yang profesional ini saya kira harga itu pantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya terpikir di Indonesia, begitu banyak objek wisata yang menarik kita hanya memberi free kepada pelancong. Ya itu karena pelancong kita hanya melihat-lihat dan bukannya kita mengajak mereka ikut atraksi yang kita create untuk atraksi wisata. Saya lalu teringat Sammy yang begitu atraktifnya membawa kami ke gurun sahara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-115127880555715135?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/115127880555715135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=115127880555715135&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/115127880555715135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/115127880555715135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2006/06/safari-gurun-di-qatar.html' title='Safari Gurun di Qatar'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-29850788.post-115055284278873497</id><published>2006-06-17T20:54:00.000+07:00</published><updated>2006-06-26T06:43:12.026+07:00</updated><title type='text'>Berkunjung Ke Aljazeera</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/1600/SBY.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/200/SBY.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum SBY menyambangi kantor Aljazeera. Gua duluan ke sono. Istilah pampresnya: clearence. Nggak ding. Gua kebetulan diundang Aljazeera karena film yang kami produksi "UNBREAKABLE MOSQUES" menjadi film yang discreaning dalam 2nd Aljazeera TV Production Festival di Doha, Qatar.&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/1600/CIMG0792.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 353px; CURSOR: hand; HEIGHT: 244px" height="218" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3954/3190/320/CIMG0792.0.jpg" width="304" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Aljazeera sendiri nggak begitu gede. Luasnya setengah RCTI deh. Atau lebih kurang 5 hektaran. Dia punya empat studio, 2 virtual dan 2 real set. Di depan Aljazeera lama kini sedang dibangun Aljazeera chanel international, yang katanya akan di lauch Juli 2006 ini. Ini akan melengkapi chanel berbahasa Arab yang duluan udah ada dan sangat terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya kepada Naomi, staf humas Aljazeera yang membawa saya tour keliling komplek Aljazeera, mengapa Aljazeera memusuhi Amerika. Noami menjawab: "We are not anti Amerika, but we are antibush policy". Ya gitu deh gambaran kebijakan editorial Aljazeera, mengapa mereka bersemangat sekali menyerang kebijakan Amerika di Timur Tengah umumnya. Ajzeera bukan saja dimusuhi Amerika tapi juga oleh kebanyakan raja-raja di Timur Tengah. Mengapa? Sudah lama raja-raja di Timur Tengah hidup di alam monarki yang anti demokrasi. Mereka korup, manipulatif dsb. Tapi apakah Aljazeera juga melakukan hal yang sama dengan raja Qatar. Naomi hanya menjawab "Kami independent" meski gaji ribuan jurnalis Aljazeera dan karyawannya keluar dari kocek raja Qatar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Baca selengkapnya ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/29850788-115055284278873497?l=apnijepe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://apnijepe.blogspot.com/feeds/115055284278873497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29850788&amp;postID=115055284278873497&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/115055284278873497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/29850788/posts/default/115055284278873497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://apnijepe.blogspot.com/2006/06/berkunjung-ke-aljazeera.html' title='Berkunjung Ke Aljazeera'/><author><name>Apni Jaya Putra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10348587763450638175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Jr6PHEQNxuc/SBQBbbsEjkI/AAAAAAAAACc/3G8539DUGZI/S220/CIMG0861.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
